Zulkifli Hasan Hingga Jusuf Kalla Menghadiri Acara Silaturahmi Kebangsaan ICMI

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 6 Juli 2019

Indolinear.com, Jakarta – Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) menggelar acara bertajuk Silaturahmi Kebangsaan Untuk Persatuan di Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019) malam.

Hadir dalam acara, Ketua MPR RI yang juga Ketua Dewan Pakar ICMI, Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKS Shohibul Iman, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva, putra BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie, serta Ketua Umum ICMI 2015-2020 Jimly Asshiddiqie.

Bahkan, Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Dewan Penasihat ICMI, Jusuf Kalla juga turut hadir.

Dalam sambutannya, Jimly menyinggung soal dua kelompok yang terbentuk saat pesta demokrasi 2019, dilansir dari Tribunnews.com (05/07/2019).

Ia meminta jangan ada lagi bangsa Indonesia yang terbelah pascapemilu.

Dirinya juga menyarankan agar kedua koalisi partai politik yang sebelumnya bertarung dalam Pemilu kemarin, agar tetap pada posisinya.

Hal itu demi menciptakan sebuah sistem yang dikenal dengan istilah “check and balance” alias keseimbangan.

“Mari kita saling menghargai, dan bila diperlukan, rawat sistem berkelompok, check and balance,” ungkap Jimly di lokasi.

Sementara itu, Jusuf Kalla dalam sambutannya merasa bersyukur bangsa Indonesia memiliki suasana yang memberikan rasa bangga.

Meskipun ada riak-riak di tengah masyarakat, namun hal itu tertutup dengan rasa persatuan yang kental.

“Kita bersyukur bahwa Indonesia walau ada riak-riak tapi kita tetap memiliki suasana yang memberikan kita rasa bangga, walaupun banyak perbedaan, tetap ada persatuan,” ujar Jusuf Kalla.

Ajakan Jokowi kepada Prabowo

Calon presiden terpilih Jokowi Widodo mengajak rivalnya dalam Pilpres 2019 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk bersama-sama membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal itu ia sampaikan dalam sambutan, usai dirinya dan Maruf Amin itetapkan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden terpilih oleh KPU RI.

“Saya mengajak Pak Prabowo Subianto dan Pak sandiaga Uno untuk bersama-sama membangun negara ini,” kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin di Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Jokowi sadar, Indonesia sevbagai negara besar tidak bisa hanya dibangun lewat satu-dua orang atau sekelompok tertentu saja.

Jokowi yakin, dua sosok tersebut adalah patriot yang menginginkan negara Indonesia makin kuat dan maju, serta adil dan makmur.

“Beliau berdua adalah patriot yang menginginkan negara kita makin kuat, makin maju dan adil dan makmur,” sambungnya.

Dirinya dalam kesempatan itu juga mengajak segenap rakyat Indonesia melupakan perbedaan-perbedaan pilihan politik semasa kampanye kemarin.

Katanya, jangan ada lagi perbedaan di tengah masyarakat. Bangsa Indonesia harus bersatu kembali, berdiri kokoh di atas dasar negara pancasila.

“Saya mengajak seluruh rakyat indonesia untuk melupakan perbedaan pilihan politik yang sempat membelah pihak 02 dan 01. Kita harus bersatu kembali menjadi Indonesia, berdiri Pancasila yang mempersatukan kita semuanya,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Jokowi-Ma’ruf mengucapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan rakyat Indonesia yang sudah memberikan tugas melanjutkan sejarah mengemban amanat rakyat kepada mereka.

Mereka berdua akan memeprioritaskan diri untuk mencapai cita-cita pendiri bangsa.

Serta berjuang sekuat tenaga melanjutkan pondasi periode pertama pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

“Kami berdua akan berjuang sekuat tenaga, bekerja sekuat tenaga, untuk melanjutkan pondasi yang kami bangun bersama pak Jusuf Kalla pada periode pertama pemerintahan,” ujarnya.

Jangan ada lagi 01 02

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) berharap tidak ada lagi perpecahan akibat perbedaan pilihan politik usai gelaran Pilpres 2019.

Jokowi berharap masyarakat menghilangkan kebencian akibat perbedaan pilihan poltik mulai dari lingkungan terdekat.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers usai KPU resmi menetapkan dirinya bersama Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024 di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

“Jangan ada lagi 01 02. Jangan sampai ada lagi antartetangga tidak saling sapa. Antarkawan tidak saling omong. Karena semua kita adalah saudara sebangsa dan setanah air,” kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi meminta semua pihak untuk bersatu lagi dan bersama-sama menjaga persatuan.

Ia juga meminta semua pihak untuk bersama-sama lagi membangun negara dan memajukan bangsa dan negara.

“Marilah kita bekerja kembali. Negara ini memerlukan kerja keras kita semuanya tanpa kecuali,” jelasnya. (Uli)