Zimbabwe Dijadwalkan Gelar Pemilihan Presiden pada 30 Juli

kompascom/indolinear.com
Kamis, 31 Mei 2018

Indolinear.com, Harare – Pemerintah Zimbabwe resmi mengumumkan akan segera menggelar pemilihan umum untuk presiden dan parlemen baru yang dilangsungkan pada 30 Juli 2018. Pemilihan tersebut menjadi yang pertama sejak pengunduran diri Robert Mugabe yang telah berkuasa selama 37 tahun, pada November 2017 lalu.

Pengumuman jadwal pemilihan tersebut disampaikan pengganti Mugabe, Emmerson Mnangagwa dalam lembaran pemerintahan resmi, Rabu (30/5/2018). “Senin, 30 Juli 2018 akan menjadi hari pemilihan untuk Presiden, anggota majelis nasional dan pemilihan anggota dewan,” tulis pengumuman Presiden Mnangagwa.

Mnangagwa yang sejak lama menjadi tangan kanan Mugabe, mengisi posisi presiden sementara setelah ditinggalkan Mugabe. Dalam pemilu mendatang, Mnangagwa akan berhadapan dengan partai oposisi utama, Partai Gerakan untuk Perubahan Demokratis (MDC), yang dipimpin Nelson Chamisa. “Kami memiliki tugas besar di depan kami.

Tugas untuk menggerakkan orang-orang dan mencari dukungan untuk memperoleh suara,” kata Mnangagwa dalam pertemuan Partai ZANU-PF yang berkuasa. “Apa pun masalah yang akan kami hadapi, kami akan tetap fokus pada pemilihan yang akan datang,” tambahnya. Partai oposisi, MDC menerima penetapan tanggal pemilihan namun menyerukan untuk dilakukannya reformasi pemilihan sebelum dilangsungkannya pemilu. “Kami siap untuk bertarung dan kami tahu kami akan menang,” kata juru bicara MDC, Douglas Mwonzora.

Ditambahkan Mwonzora, partainya juga mengharapkan adanya pengawasan eksternal terhadap daftar nama pemilih, serta peliputan media yang tidak memihak salah satu partai. Jika dalam putaran pertama pemilihan tidak didapatkan calon yang mendapat suara mayoritas, maka akan dilangsungkan putaran kedua pada 8 September. (Gie)

 

 

%d blogger menyukai ini: