Ziefer, Budaya Di Okinawa yang Sudah Mulai Ditinggalkan Anak-anak Muda

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 7 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Tokyo – Pada zaman Shoushinou di Jepang, khususnya pada tahun 1509 ada berbagai bahan berbeda seperti logam di jepit (tusuk konde) pada rambut menyerupai bola atau sendok kecil.

Keluarga kerajaan biasanya memiliki lingkaran keterlibatan yang kental pada emas, samurai berwarna perak.

Sedangkan petani biasa dekat dengan bahan-bahan seperti kuningan, kayu, dan kulit penyu digunakan untuk menunjukkan perbedaan peringkat.

Bentuk susuk rambut yang disebut Ziefer atau Kanzashi di Jepang, juga berbeda bergantung pada jenis kelamin.

Untuk susuk jepitan rambut wanita terdiri dari kepala berbentuk sendok dan tubuh heksagonal.

Bentuk ini konon mewakili sosok seorang wanita yang cantik, ramping, tinggi, idaman bagi pria, dilansir dari Tribunnews.com (06/02/2021).

Untuk pria, ada bentuk yang berbeda-beda tergantung pangkatnya, seperti naga, bakung, dan peony.

Konon jika terjadi kebakaran, wanita tersebut melemparkan Ziefer, yang tidak pernah lepas dari kulitnya, ke dalam api, maka dipercaya orang Okinawa, api tersebut bisa padam karena dipercaya Ziefer membawa penuh kebahagian, melindungi manusia sepenuhnya.

Ziefer adalah alter ego perempuan. Satu kebudayaan tinggi, hanya ada di Okinawa.

Itulah sebabnya, kalau seorang bayi kesayangannya diselipkan dekatnya sebuah Ziefer, maka ibunya biasa berharap dapat selalu melindungi bayi tersebut, sambil mendoakannya.

Karena bentuknya yang cukup berbahaya (tajam), setelah anak itu agak dewasa dan bisa mengerti setelah dijelaskan, diberikanlah Ziefer tersebut kepada sang anak agar disimpan baik-baik.

Dan kalau rambutnya sudah panjang bisa dipakai sebagai susuk rambutnya agar selalu bersamanya dan melindunginya.

Saat ini budaya tersebut masih ada namun sudah banyak anak muda Okinawa yang tidak percaya dan atau belum mengenalnya karena dianggap kuno, sesuai perkembangan teknologi yang telah mengubah pola pikir mereka, terutama tanpa menggunakan susuk rambut.

Apalagi kalau anak muda Okinawa sudah ke kota besar seperti Tokyo, bisa saja diejek (dibully) karena hal tersebut. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: