Zaki Beli Parahu Karet untuk Antisipasi Banjir

FOTO: indolinear.com
Kamis, 9 Januari 2020

Indolinear.com, Kabupaten Tangerang – Mengatasi banjir dimusim hujan tahun berikut nya Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana menyediakan perahu karet dan  peralatan dapur umum di 29 kecamatan.

Hal terdebut disampaikan Bupati Tangerang A Zaki Iskandar saat memimpin rapat koordinasi terkait penanganan dan antisipasi banjir di Kabupaten Tangerang dengan seluruh Kepala OPD, Camat, dan Ormas, Kamis (9/1/2020).

“Mudah-mudahan nanti di 29 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang tahun depan atau 2 sampai 3 tahun yang akan datang semua kecamatan desa dan kelurahan punya perahu, punya peralatan dapur umum yang bisa bisa di gunakan buat tanggap darurat bencana banjir di wilayah masing-masing,” jelas Zaki di hadapan peserta Rakor yang juga di hadiri Sekretaris Daerah Moch Maesyal Rasyid dan para Asisten.

Zaki melanjutkan, kenapa kita perlu perahu karet dan peralatan dapur umum di setiap kecamatan dikarenakan pengalaman penanganan bencana banjir pada awal tahun 2020 ini mengalami kesulitan. Ini karena  kekurangan perahu karet dan perakatan dapur umum. Perahu karet yang di BPBD Kabupaten Tangerang tidak cukup mengatasi banjir yang terjadi di 14 kecamatan kemarin.

Zaki juga pada kesempatan tersebut meminta seluruh jajaran Pemkab. Tangerang, Ormas, OKP, agar bisa berkoordinasi dan bersinergi dengan baik agar proses penanganan musibah banjir bisa segera diatasi, dan lagi musim penghujan saat ini masih awal, masih ada beberapa bulan lagi musim penghujan dan itu yang harus diantisipasi oleh semua.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid menambahkan,  terkait penyediaan perahu karet dan peralatan dapur umum di kecamatan dan desa/kelurahan, Pemkab Tangerang akan menganggarkan untuk tahun berikut nya menggingat banjir ini selalu datang tiap tahun.

Sementara itu Bambang Sapto selaku Kepala BPBD Kab. Tangerang mengungkapkan bahwa, Memang ia memiliki target seluruh desa dan kelurahan untuk menjadi desa tanggap bencana dan itu masih perlu proses yang panjang, karena setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda Ia perlu merumuskan formulanya agar stiap desa/kelurahan bisa jadi tanggap bencana.(pde)

INDOLINEAR.TV