Yuk Menjajal Kemampuan Mobil Mini Terbaru di Jalanan Pangalengan

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Jumat, 15 Maret 2019

Indolinear.com, Pengalengan – PT. Maxindo International Nusantara Indah mengajak para jurnalis dari berbagai media nasional untuk menjajal mobil-mobil Mini di Pangalengan.

Kegiatan bernama Mini Driving Experience tersebut memberikan kesempatan kepada awak media untuk menjajal tiga varian terkini mereka yaitu, Mini Cooper S Countryman Sports CKD, Mini Cooper S 3-Door, dan Mini Cooper Cabrio.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 3 pagi tersebut, diawali dengan perjalanan dari Hotel Sheraton di wilayah Dago Atas menuju Cukul Sunrise Point di wilayah Pangalengan, Jawa Barat. Pada perjalanan berangkat, tim Otosia berkesempatan menjajal Mini Cabrio dari titik peristirahatan sampai Cukul Sunrise Point, dilansir dari Liputan6.com (13/03/2019).

Ketika merasakan Mini Cabrio di lintasan berkelok pegunungan Pengalengan, terasa sekali mobil ini begitu mudah dikendalikan saat melahap berbagai tikungan yang ada. Hal tersebut tidak terlepas dari ciri khas Mini yaitu Go-kart feeling yang terkenal memiliki handling yang sangat baik, namun sayang suspensinya keras.

Suspensi tersebut semakin terasa saat melintasi kondisi jalanan yang buruk. Selain itu, dengan tenaganya yang hanya 136 Tk dan torsi 220 Nm, membuat mobil ini menjadi kurang responsif saat menanjak di lintasan yang berkelok. Meskipun sudah menggunakan mode sport, terasa mobil ini masih butuh effort yang besar dalam menanjak di setiap kelokan.

Setelah melalui perjalanan sekitar 2 jam, tepat pada jam 5 pagi, rombongan pun tiba di Cukul Sunrise Point. Sayangnya, kali ini kami gagal melihat matahari terbit dikarenakan kondisi cuaca yang mendung. Namun, beruntungnya kami masih dapat menikmati pemandangan pegunungan yang begitu indah di tempat tersebut

Pada saat perjalanan pulang, tim Otosia diberikan kesempatan untuk bertukar mobil dengan peserta lain. Kali ini, tim Otosia mencoba mengendarai Mini Cooper S Countryman CKD. Hal pertama yang menonjol saat merasakan mobil ini tentu rasa berkendaranya.

Rasa berkendara mobil ini sangat berbeda jika dibanding dengan saat mengendarai Mini Cabrio sebelumnya. Selain memiliki tenaga yang cukup besar, yaitu 192 Tk dan 280 Nm, mobil ini juga memiliki suspensi yang jauh lebih nyaman dibanding Mini Cabrio. Namun kenyamanan tersebut, juga berimbas terhadap hilangnya Go-kart feeling yang merupakan ciri khas dari sebuah Mini.

Hal lainnya yang dirasakan berbeda yaitu raungan mesin yang begitu terasa terdengar saat mobil melakukan downshift atau kickdown.

Dengan posturnya yang lebih panjang dan besar dari Mini Cabrio atau Mini 3-Door, membuat mobil ini sedikit kesulitan saat menikung di tikungan yang sempit dan tajam. Akan tetapi, mobil ini juga memiliki berbagai keunggulan dibanding dengan tiga varian lainnya.

Berbagai keunggulan tersebut yaitu, memiliki ground clearance yang tinggi sehingga membuat pengemudi menjadi lebih pede dalam melaju di jalanan yang bergelombang dan berlubang, serta hadirnya pengaturan jok secara elektrik yang memudahkan saat mengaturnya.

Setelah menjajal Mini Cooper S Countryman CKD, tim Otosia pun berkesempatan menjajal mobil terakhir yaitu Mini Cooper S 3-Door dari titik peristirahatan pulang menuju kembali ke hotel.

Hal yang pertama dirasakan ketika mengendarai mobil ini di tikungan pegunungan Pangalengan yaitu, perpaduan handling yang sangat baik serta tenaga yang begitu besar sehingga menghadirkan pengendaraan yang responsif. Go-kart feeling yang sempat hilang ketika tim Otosia menjajal Countryman, kini kembali hadir di mobil ini.

Meskipun hal tersebut juga turut mengakibatkan kembalinya suspensi yang cukup keras sebagaimana Mini-Mini lain yang memiliki Go-kart feeling. Namun, hal itu tidak menjadi masalah jika merasakaan tenaga dan pengendaliannya yang begitu baik di berbagai tikungan tajam dan sempit.

Tim Otosia sama sekali tidak menemui kesulitan ketika mengendarai mobil bertenaga 192 Tk dan torsi 280 Nm ini di berbagai tikungan. Dengan menggunakan mode sport, semakin membuat mobil ini dengan mudah melahap berbagai tikungan yang ada.

Lagi-lagi, hal yang kurang dari mobil ini yaitu sistem pengaturan jok yang masih manual seringkali menyulitkan ketika mengoperasikannya.

Kesimpulan yang kami dapatkan selama mengendarai tiga varian Mini tersebut di pegunungan Pangalengan yaitu, rasa berkendara yang berbeda-beda dari setiap variannya. Mini Cooper Cabrio dengan style-nya yang bisa menarik perhatian orang di sekitar untuk melirik mobil tersebut.

Sementara itu, Mini Cooper S Countryman Sports CKD dengan suspensi nyaman, ground clearance tinggi dan kabin lapang, serta terakhir Mini Cooper S 3-Door dengan tenaga yang sangat responsif dan handling yang sangat baik juga. (Uli)