Yuk Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi Dari Tugu Perjuangan…

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Minggu, 16 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 silam menuai kisah tersendiri di tiap provinsi, bahkan kota-kota di Indonesia.

Kota Bekasi misalnya, banyak sekali peninggalan yang memiliki cerita tentang kemerdekaan Indonesia. Kota Bekasi merupakan salah satu kota yang sulit ditembus oleh penjajah Belanda usai kemerdekaan Indonesia.

Belanda di bawah pimpinan Jenderal Van Mook kembali menyambangi Indonesia untuk melakukan agresi demi merebut negeri yang pernah mereka jajah.

Sayangnya tak semudah itu untuk menguasai Kota Bekasi saat itu. Tahun 1946 hingga 1949 adalah kondisi sengit di mana pejuang di Bekasi melawan Belanda dan sekutu agar tidak menguasai daerahnya. Salah satu bukti perjuangan rakyat Bekasi kala itu adalah Tugu Perjuangan.

Tugu Perjuangan itu dibangun pertama kali tahun 1949. Tugu itu dibangun oleh rakyat Bekasi secara gotong royong yang diprakarsai tokoh bernama Sa’adih. Tugu Perjuangan inilah tugu pertama kali yang dibangun di Kota Bekasi sebagai tanda perjuangan rakyat mempertahankan daerahnya.

ejarawan Kota Bekasi Ali Anwar mengatakan, pembangunan Tugu Perjuangan itu tak hanya sekedar sebagai simbol perjuangan rakyat yang kuat melawan Belanda.

Namun, Tugu Perjuangan itu dibangun untuk memperingati peristiwa pembakaran Bekasi pada tanggal 13 Desember 1945. Pembakaran daerah Bekasi itu dilatarbelakangi adanya penyanderaan dan pembunuhan 25 tentara sekutu.

“Rakyat Bekasi saat itu mengeksekusi tentara itu di belakang Polres Bekasi dan membuat sekutu marah besar,” ucap Ali kepada wartawan, dilansir dari Kompas.com (15/08/2020).

Tentara sekutu dan Belanda marah hingga mencoba membombardir wilayah Barat Bekasi. Sekutu dan Belanda membakar rumah-rumah penduduk Bekasi, bahkan melemparkan bom ke wilayah-wilayah barat. Hal itu membuat penduduk yang tinggal di Bekasi melarikan diri ke wilayah timur.

“Ada juga yang lari ke selatan dan utara untuk menyelamatkan diri dari pembakaran Bekasi,” kata dia.

Kepulan asap dahulu menyelimuti Bekasi lantaran banyaknya bangunan maupun jalan yang kala itu dibakar oleh sekutu. Kondisi ini, menurut Ali, menjadikan Bekasi karut marut. Hampir sebagian besar wilayah rusak dan terbakar akibat serangan tentara sekutu.

Karena kondisi tersebut, maka dibangunlah tugu yang di atasnya dihiasi mortir, peluru, pistol, dan granat asli sisa-sisa senjata saat melawan Belanda dan sekutu.

Dengan dibangunnya Tugu Perjuangan itu, masyarakat diharapkan bisa mengingat bagaimana wilayah Haji Agus Salim dahulu sering menjadi lokasi pertempuran pejuang RI melawan penjajah Belanda dan sekutu. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: