Yang Perlu Dilakukan Jika Di Sekitar Kita Ada Kasus Corona

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 18 Maret 2020

Indolinear.com, Jakarta – Positif corona di Indonesia per hari ini sudah mencapai angka 117 setelah ada tambahan 21 kasus baru. Presiden Joko Widodo sudah menyerukan agar kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah begitu pula untuk mereka yang bekerja.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah mengumumkan sebaran kasus corona di ibu kota.

Jika di sekitar lingkungan tempat kita tinggal terdapat kasus corona, misal tetangga atau keluarga, apa yang harus dilakukan?

Dikutip dari Merdeka.com (16/03/2020), berikut yang bisa kita lakukan:

  1. Jangan Panik

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan dengan jelas, “Tetap tenang.”

Di masa seperti ini rasa takut menyebar dengan cepat membuat orang dengan mudah bisa menelan informasi keliru dan melakukan belanja gila-gilaan karena panik.

“Di satu sisi, respons demikian wajar tapi di sisi lain itu juga berlebihan,” kata Steven Taylor, psikolog klinis. “Kita bisa bersiap-siap tanpa perlu panik.”

  1. Ikuti Petunjuk dari Institusi Kesehatan dan Tetaplah Melek Informasi

Pemerintah Indonesia sudah memberitahukan kepada publik bahwa informasi mengenai wabah corona bisa diperoleh melalui juru bicara pemerintah untuk penanganan corona yaitu Ahmad Yurianto yang rutin menggelar konferensi pers untuk memberikan informasi terbaru seputar corona di Tanah Air.

“Jika ada warga di lingkungan kita (misal apartemen) terkonfirmasi positif corona atau diduga terpapar corona, jangan hubungi pihak apartemen, tapi segera beritahu otoritas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.”

Tetaplah mengikuti perkembangan berita sehari-hari karena bisa jadi akan ada pengumuman baru di sampaikan.

  1. Tetaplah Lakukan Upaya Pencegahan

Rajin mencuci tangan dan menutup mulut ketika batuk atau bersin, bisa dengan bahu atau tisu bisa tetap dilakukan, kata CDC.

Jika sabun dan air tidak tersedia, cairan pembersih tangan dengan kadar alkohol 60 persen bisa digunakan sebagai pengganti. Anda juga harus rajin-rajin membersihkan permukaan benda-benda di sekitar.

Bangunan dengan ventilasi yang buruk bisa meningkatkan risiko terpapar virus juga, kata CDC.

  1. Berusahalah Bekerja dari Rumah dan Hindari Kumpul Massa

Presiden Jokowi sudah menganjurkan kita untuk tetap di rumah dan menyarankan orang bekerja serta berkegiatan belajar mengajar dari rumah.

Anda tidak harus benar-benar mengucilkan diri dari lingkungan sekitar tapi menjaga kewaspadaan itu adalah kunci. CDC menganjurkan warga yang lingkungannya berisiko tinggi terpapar wabah lebih baik di rumah dan mereka yang sakit mengisolasi diri.

Mencuci tangan sebelum, saat, dan sesudah dari bepergian keluar rumah cukup penting.

  1. Menyetok Logistik dan Perlengkapan Toilet

CDC menyarankan warga untuk menyetok keperluan makanan dan minuman serta perlengkapan mandi untuk jangka waktu tertentu, seperti pasta gigi, sabun, deterjen, air minum.

  1. Mengisolasi Diri Bukan Berarti Tak Kontak Sama Sekali

CDC menyarankan orang tetap menjalin komunikasi dengan orang lain lewat telepon, surel, terutama mereka yang dalam kondisi sakit dan tinggal sendiri.

Dr Carla Perissinotto, profesor di Departemen Pengobatan Universitas California-San Fransisco, mengatakan, mengisolasi diri dalam jangka waktu lama justru bisa membahayakan, karena kesendirian dan depresi memicu risiko tinggi kematian bagi kaum lansia.

“Menurut saya solusi untuk secara total mengucilkan diri dari kontak sosial bukanlah jawaban,” kata dia. “Benar kita harus menjaga jarak, tapi kita juga harus berhati-hati jangan berlebihan karena itu bisa merugikan.” (Uli)

INDOLINEAR.TV