Wu Yajun, Dulu Pekerja Pabrik Kini Jadi Orang Terkaya Dunia

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 10 Maret 2019

Indolinear.com, Jakarta – Kisah Wu Yajun ini mungkin bisa memotivasi kita agar tidak lelah bekerja keras untuk bisa hidup sejahtera. Wu Yajun tercatat memiliki kekayaan sebesar USD 8,3 miliar dan menjadikannya salah satu wanita terkaya di dunia.

Namun ternyata, Wu Yajun dulunya hanya bekerja menjadi seorang teknisi pabrik yang mendapatkan gaji hanya USD 16 atau Rp 225.000 per bulannya (Kurs USD 1 = Rp 14.064).

Wu menghabiskan waktu bertahun-tahun bekerja di sebuah pabrik dan sempat menjadi jurnalis sebelum mendirikan Longfor Properties, perusahaan pengembangan real estat yang menghasilkan USD 10,7 miliar pada 2017.

Berdasarkan laporan Forbes, dia mengundurkan dari Longfor dan menyerahkan sebagian sahamnya kepada putrinya pada November lalu.

Mungkin banyak orang yang berpikir bagaimana bisa yang awalnya hanya mendapatkan gaji tidak lebih dari Rp 225.000 per bulannya, dan saat ini menjadi wanita terkaya di China.

Berikut ini merupakan rekam jejak Wu Yajun hingga menjadi seorang salah satu wanita terkaya di dunia yang dilansir dari Merdeka.com (08/03/2019):

Bekas Pekerja Pabrik

Seperti yang telah disebutkan, Wu merupakan salah satu pendiri Longfor Properties, sebuah perusahaan pengembangan properti yang saat ini dikenal Longfor Group Holdings. Dia menjadi CEO selama enam tahun, dan menjadi ketua dewan di perusahaan tersebut sejak 2007 hingga 2018.

Perusahaan ini telah beroperasi di 47 kota di Hong Kong, dan menghasilkan pendapatan USD 10,7 miliar pada 2017.

Namun, pada November lalu Wu mengundurkan diri sebagai CEO dan menyerahkan 44 persen sahamnya kepada putrinya yang baru berusia 20 tahun, Cai Xinyi.

Menurut Bloomberg’s Billionaires Index, Wu adalah salah satu wanita mandiri paling kaya di dunia. Wanita yang lahir pada 1964 di Chongqing, China ini ternyata tidak lahir dengan kaya raya.

Setelah lulus dari Northwestern Polytechnical University di Xi’an, Wu yang saat itu berusia 16 tahun sudah ditugaskan untuk bekerja di pabrik milik negara, dan dia bekerja di pabrik ini selama empat tahun dengan gaji hanya USD 16 setara Rp 225.000 per bulannya.

Lalu, pada 1988 ketika berusia 24 tahun, Wu berganti profesi menjadi seorang jurnalis real estat di China Shirong News Agency selama lima tahun. Dari sinilah hidup Wu sudah mulai berubah, pada 1993 setelah dia membeli apartemen pertamanya, ternyata dia mengalami hal-hal yang kurang berkenan dari apartemen tersebut.

Dirikan Perusahaan

Ini menjadi salah satu pendorong baginya untuk mendirikan Longfor Properties bersama suaminya, Cai Kui. Longfor merupakan perusahaan pengembang properti pertama di China.

Pada 1997, Longfor menjual proyek perumahan pertamanya di Chongqing dengan harga USD 157 per meter persegi dan ini menjadi harga termahal dua kali lipat dari yang ada.

Lalu, Wu menjabat sebagai CEO sejak 2005 hingga 2011. Pada 2012, dia menjadi wanita terkaya di China, dan di tahun yang sama perceraiannya terjadi. Ini membuatnya kehilangan hampir 40 persen sahamnya seharga USD 3 miliar.

Namun pada 2017, kekayaan Wu kembali tumbuh. Ia kembali berada di urutan ketujuh dalam daftar perempuan miliarder global dengan kekayaan mencapai USD 4,6 miliar dan saat ini ia berada di peringkat ke-enam miliarder wanita terkaya berdasarkan Bloomberg.

Meskipun menjadi wanita keenam terkaya, namun inii tidak membuatnya menjadi congkak. Wu terkenal dengan kebijaksanaannya dan rendah hatinya. (Uli)