Wishnutama: Pariwisata Kedepan Akan Berbasis Dudaya Dan Kearifan Lokal

FOTO: tribunnews,com/indolinear.com
Sabtu, 16 November 2019

Indolinear.com, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama berkunjung ke Bali dan menegaskan pengembangan pariwisata kedepan akan berbasis budaya dan kearifan lokal.

Melalui postingan Instagramnya, Wishnutama berharap masyarakat dapat bersama mendukung pembangunan di segala bidang termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ia juga sepakat bahwa Bali dan destinasi wisata di tanah air memiliki keunikan masing masing.

Menurutnya perbedaan budaya yang ada justru menjadi kekuatan membangun pariwisata dan ekonomi kreatif menuju Indonesia Maju.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama berencana membuat wisata halal untuk menarik wisatawan.

Destinasi wisata yang ingin dijadikan wisata halal adalah Danau Toba dan Bali.

Menurutnya, destinasi wisata halal harus memiliki fasilitas yang memadai.

Seperti tempat untuk makan dan tempat beribadah.

“Kan banyak wisata di Indonesia yang mayoritas tidak beragama Islam contohnya di Toba dan Bali. Itu juga harus kita siapkan fasilitasnya. Makanan, tempat ibadah, tempat wudu dan lain sebagainya,” ujarnya dilansir siaran langsung YouTube Kompas TV, dilansir dari Tribunnews.com (15/11/2109).

Ia berharap wisatawan muslim merasa aman dan nyaman.

“Itu yang akan menjadi prioritas kita,” ungkap mantan CEO NET TV ini.

Rencana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini ditolak Gubernur Bali, I Wayan Koster.

I Wayan Koster keberatan jika Bali dianggap sebagai wisata yang tidak ramah terhadap umat muslim.

Menurutnya, menteri harus mempelajari dan memahami dahulu mengenai kebijakan bidang pariwisata yang sudah berjalan selama ini.

Ia juga menyarankan agar Menparekraf tidak perlu mengeluarkan celetukan yang sifatnya kontra terhadap wisata Bali selama ini.

Gubernur Bali ini menjelaskan jika dari dulu Bali berkembang sebagai wisata berbasis budaya.

“Bali ini dari dulu wisatanya berkembang sejak beratus ratus tahun dan sekarang dikelola dengan pariwisata berbasis budaya,” ujarnya.

Hingga saat ini, konsep wisata budaya di Bali sudah berjalan dengan sangat baik dan kini Bali tumbuh menjadi daerah wisata yang disegani oleh masyarakat dunia tanpa menggunakan embel-embel lain.

“Jadi kalau Bali itu dilekatkan dengan tagline lain seperti wisata halal atau yang ramah terhadap wisata muslim itu saya tolak. Itu tidak boleh,”ungkapnya.

Harapannya agar Bali berkembang secara alami secara kultur Bali. (Uli)

INDOLINEAR.TV