WhatsApp Tergusur, Telegram Dan Signal Menjadi Aplikasi Paling Banyak Diunduh

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 15 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Apptopia merilis riset terkait dengan jumlah unduhan bulanan aplikasi. Satu di antaranya terkait dengan isu privasi data WhatsApp yang ramai belakangan ini. Ramainya persoalan kebijakan baru WhatsApp itu, menjadi tunggangan bagi Telegram dan Signal untuk meraih pengguna baru.

Dilansir dari Merdeka.com (14/02/2021), berdasarkan data dari Apptopia jumlah unduhan bulanan Telegram dan Signal meroket sejak Oktober 2020. Bahkan pada Januari 2021, jumlah unduhan bulanan Telegram dan Signal disebut-sebut telah melampaui popularitas aplikasi pesan milik Facebook itu.

Pertumbuhan angka download untuk Signal mengalami kemajuan signifikan, dari sekitar 1,2 juta unduhan pada tahun 2020 ke hampir 30 juta unduhan per akhir Januari 2021.

Grafik data Apptopia yang disarikan Fortune memperlihatkan, sepanjang Oktober 2020-Januari 2021, unduhan Signal mencapai hampir 28,8 juta, unduhan Telegram 39,8 juta, WhatsApp 27,9 juta, dan Facebook Messenger ‘hanya’ 12,7 juta unduhan.

Popularitas Telegram dan Signal membuat jumlah unduhannya mencapai lebih dari 2 juta unduhan per hari pada satu periode di bulan Januari 2021.

Pengguna Aktif WhatsApp Masih Tinggi

Kendati demikian, jumlah orang yang memakai Messenger dan WhatsApp tiap harinya masih jauh lebih tinggi.

Messenger digunakan secara aktif per hari oleh 570 juta orang dan WhatsApp dipakai 1,3 miliar pengguna aktif per hari. Sementara, Telegram digunakan 46 juta pengguna aktif harian dan Signal 13 juta pengguna aktif harian.

Fortune melaporkan, alasan utama jumlah unduhan Telegram dan Signal tiba-tiba melesat masih belum jelas. Namun hal ini diduga erat kaitannya dengan keputusan Facebook untuk menggabungkan data dari WhatsApp dengan Facebook, dalam hal operasi bisnis periklanannya.

Khusus untuk Signal, aplikasi ini meroket jumlah unduhannya setelah pada sebelumnya sempat dipromosikan oleh CEO Tesla Elon Musk melalui Twitter. Cuitan tersebut juga sempat di-retweet oleh CEO Twitter Jack Dorsey. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: