Waspada DBD Hingga Maret, Dinkes Ajak Lakukan PSN 3M Plus

FOTO: kotabogor.go.id/indolinear.com
Sabtu, 9 Maret 2019
Bogor | Uploader puspita

Indolinear.com, Bogor – Masyarakat Kota Bogor nampaknya masih perlu waspada terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga Maret. Pasalnya, cuaca Kota Bogor yang cenderung memiliki kelembapan tinggi menjadi daerah ternyaman bagi nyamuk berkembang biak.

Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk selalu melakukan Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus satu minggu sekali.

“Gertak PSN 3M Plus ini harus dilakukan serentak pukul 07.30 WIB sampai pukul 10.30 WIB setiap Jumat di seluruh kantor, instansi, sekolah, rumah sakit, puskesmas dan rumah,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinkes Kota Bogor, Lindawati usai melakukan Monitoring PSN di lingkungan Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor.

Linda mengatakan, Gertak PSN 3M Plus ini sebagai upaya pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypti yang lebih efektif daripada Fogging. Cukup menguras tempat penampungan air seperti bak kamar mandi ataupun ember dengan membersihkan dinding-dinding tempat nyamuk menempelkan jentiknya, bukan sekedar membuang airnya. Sedangkan bagi tempat yang tidak bisa dikuras harus diberikan ABT.

“Setelah menguras, tutup tempat penyimpanan air dan kubur barang-barang bekas agar tidak menjadi tempat perindukan nyamuk,” jelasnya dilansir dari kotabogor.go.id.

Ia menghimbau di tengah cuaca yang sedang pancaroba seperti ini, masyarakat harus lebih memperhatikan kesehatannya. Mengingat nyamuk aedes aegypti tidak pilih-pilih orang saat menggigit. Sehingga jika ada keluarga yang mengalami panas hingga tiga hari harus segera cek darah karena jika tidak cepat ditangani bisa berakibat fatal.

“Kalau trombosit dibawah 150 harus dirawat. Puncak DBD itu memang di awal tahun, yang penting gerakan serentak PSN 3M Plus seminggu sekali harus dilakukan karena siklus hidup nyamuk seminggu sekali, kita berantas jentiknya, karena satu nyamuk bisa ratusan telur,” ujarnya.(pit)