Waspada, DBD Bukan Hanya dari Nyamuk Aedes Aegypti

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 21 September 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Musim pancaroba biasanya rawan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kini penyebaran penyakit DBD bukan hanya dari nyamuk Aedes Aegypti tapi juga dari nyamuk kebun (Aedes Albopictus).

Hal ini disampaikan dr. Hj. Ai Siti Zakiyah saat menyampaikan penyuluhan waspada DBD kepada para santri dan guru di Pondok Pesantren (Ponpes) Attaqwa Putra, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Menurut Siti bahwa endemik musiman DBD ini harus lebih diwaspadai karena dapat mengancam nyawa seseorang dan belum ditemukan obatnya.

Di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, menurut Dr. Ai, yang perlu dilakukan adalah selalu meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan juga mengedukasi secara berkelanjutan bagaimana meminimalisir berkembang biaknya nyamuk penyebar virus Dengue.

“Virus Dengue tidak lagi hanya ditularkan nyamuk Aedes Aegypti yang kita kenal selama ini, namun kini jenis nyamuk Aedes Albopictus (nyamuk kebun) juga sudah bisa menyebarkan virus yang sama. Tak hanya itu, jentik nyamuk pun sudah membawa virus Dengue dan tempat berkembang biak hingga gejala akibat virus Dengue juga sudah tidak konvensional lagi seperti dulu,” tambah dokter yang bertugas di lingkungan Dinas Kesehatan ini mengutip sumber Sekretariat Pondok Pesantren Attaqwa Putra, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (20/09/2021).

Seperti diketahui Pondok Pesantren Attaqwa Putra mengadakan penyuluhan waspada penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) di Plaza Masjid Jami Attaqwa Desa Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (19/9/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan senam pagi massal untuk meningkatkan imun di masa pandemi Covid-19 ini diikuti oleh para guru, santri dan seluruh staf di lingkungan pesantren yang didirikan Pahlawan Nasional asal Bekasi KH. Noer Ali.

Pimpinan Ponpes Attaqwa Putra, KH. Husnul Amal Mas’ud, Lc., D.E.S.A., yang hadir mengikuti senam

massal dan membuka penyuluhan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari aktivitas Ahad bersih yang dilakukan minggu lalu.

Penyuluhan semacam ini menurut Pimpinan Ponpes dirasa penting untuk meningkatkan kesadaran serta kewaspadaan seluruh civitas di lingkungan Pondok Pesantren terhadap bahaya endemik DBD yang biasanya mulai meningkat kasusnya di musim pancaroba seperti saat ini.

Karena itu proses penanggulangannya yang efektif adalah dengan mengenali dan mewaspadai setiap

tempat potensial berkembangnya nyamuk.

Caranya dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan protokol 3M plus, yaitu menguras dan menyikat tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, menutup tempat penampungan air, plus memelihara ikan pemakan jentik serta memelihara tanaman yang dapat mengusir nyamuk seperti sereh dan bunga lavender.

Penyuluhan ini diikuti dengan antusias oleh santri dan diselingi juga dengan door prize kuis guna

mengasah pengetahuan civitas Pondok Pesantren Attaqwa Putra terhadap materi penyuluhan yang

disampaikan.

Hadir dalam penyuluhan ini, Sekjen Ponpes Attaqwa Putra, KH. Anis Abdul Quddus, Lc., M.Pd.,

Bendahara Ponpes Attaqwa Putra, Ust. Didin Muhtadin, S.E., Bidang. Kepegawaian, Ust. Muhammad AlHabsyi, S.HI., Bidang Puskestren Ust. Bahrul Ulum, S.Pd., Wakil Ketua organ ponpes Bersih Satu Atap (BSA) , Ust. H. Anwar Hamzah., S.Ag., Bidang Sarana dan Prasarana Pondok, Ust. Aditya Ramadhan, S.Pd.,, Instruktur Senam Ust. Saiful, S.Pd., dan Ketua Umum Persatuan Pelajar Attaqwa Putra, Ust. Fauzan Adzima. (Uli)