Warga Bekasi Dan Tangerang, Cek Ada Layanan Bus Berbasis BTS

FOTO: okezone.com/indolinear.com
Kamis, 30 Juni 2022

Indolinear.com, Bekasi – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengembangkan layanan bus berbasis Buy The Service (BTS/Pembelian Layanan) di wilayah Kota Bekasi dan Kota Tangerang pada tahun 2023-2024

“Kegiatan ini merupakan usulan pemerintah kota setempat,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPTJ Umar Aris dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, dilansir dari Okezone.com (29/06/2022).

Umar menyebut setidaknya ada empat alternatif rute BTS di Bekasi, yaitu Terminal Bekasi-Kota Harapan Indah; Pasar Sumber Arta-Wisma Asri, Terminal Bekasi-Plaza Pondok Gede dan Sumarecon-Pasar Alam Vida. Sementara alternatif rute di Kota Tangerang yakni Tangcity-Bandara Soekarno Hatta.

Lebih lanjut, selain layanan bus berbasis BTS di dua kota penyangga Jakarta itu, BPTJ juga memasukkan pembangunan integrasi Stasiun Bogor dalam rencana pengembangan konektivitas di Jabodetabek pada 2024.

Pembangunan integrasi Stasiun Bogor meliputi penataan fasilitas pejalan kaki, pemasangan utilitas, dan peningkatan integrasi layanan angkutan umum (BTS dan angkot) melalui halte di kawasan Stasiun Bogor serta keterhubungan akses dengan Stasiun Paledang.

“Ketiga, pembangunan Stasiun Gunung Putri pada 2024,” imbuhnya.

Umar menjelaskan reaktivasi Stasiun Gunung Putri dilakukan melalui pembangunan gedung stasiun dan kawasan sekitar stasiun. Reaktivasi Stasiun Gunung Putri juga merupakan bagian dari peningkatan layanan perkeretaapian di lintas Citayam-Nambo.

Selanjutnya, rencana keempat, yaitu pembangunan jalur sepeda di Kota dan Kabupaten Bekasi sepanjang 20,6 km pada 2023 serta di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan sepanjang 25,9 km pada 2024.

“Pembangunan dilaksanakan sesuai dengan hasil koordinasi usulan dari pemerintah daerah,” pungkas Umar.

Sebelumnya, BPTJ menyebut ada lima proyek strategis yang termasuk dalam prioritas nasional untuk dilaksanakan pada 2023 dengan anggaran sebesar Rp105 miliar.

Di antaranya, peningkatan bangunan operasional Stasiun Pondok Rajeg, pembangunan fasilitas integrasi perpindahan moda di kawasan Stasiun Bogor, subsidi angkutan penumpang (buy the service) di Kota Bogor beserta pendampingan manajemen proyek, area traffic control system (ATCS) terpadu Jabodetabek, dan fasilitas sistem keselamatan dan transportasi perkotaan di Jawa Barat dan Banten.

Ada pun jumlah pagu indikatif BPTJ tahun 2023 telah ditetapkan sebesar Rp259 miliar. (Uli)