Wapres Maruf Amin Minta Yayasan Wakaf Membantu Pemerintah Menangani Kemiskinan Ekstrem

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 24 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin meminta Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai membantu Pemerintah menangani masalah kemiskinan ekstrem.

Dirinya berharap yayasan wakaf dapat menyediakan pelayanan publik bagi masyarakat yang membutuhkan, baik pelayanan kesehatan ataupun pelayanan sosial.

“Saat ini ada banyak masyarakat Indonesia yang miskin atau miskin ekstrem. Ini menjadi tanggung jawab umat, apalagi jika sampai ada warga yang tidak bisa makan dan tidak bisa menyekolahkan anak,” ujar Ma’ruf melalui keterangan tertulis, dilansir dari Tribunnews.com (23/06/2022).

Hal tersebut diungkapkan oleh Ma’ruf saat menerima kunjungan Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai.

Ma’ruf mengatakan pemerintah saat ini telah mengupayakan pemberdayaan dan perlindungan sosial.

Layanan itu melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Meski begitu, Ma’ruf mengatakan dukungan berbagai pihak dibutuhkan untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

“Namun, upaya tersebut tidak mungkin hanya digiatkan oleh pemerintah mengingat jumlah yang harus ditanggulangi terlalu banyak,” ucap Ma’ruf.

Pihak perorangan dan lembaga yang memiliki kelebihan, kata Ma’ruf, berkewajiban memberikan pelayanan publik dalam rangka menghilangkan kemiskinan, termasuk kemiskinan kronis yang tentu memakan waktu bertahun-tahun.

“Pemerintah menargetkan penanganan kemiskinan ekstrem harus selesai pada 2024. Golongan miskin ekstrem ini memang harus dikeroyok secara bersama-sama,” ucap Ma’ruf.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai, Mohammad Syafiudin memohon kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk menghadiri acara pertemuan 210 sekolah Al Azhar di Indonesia secara hybrid.

Dirinya berharap Ma’ruf memberikan arahan kepada guru-guru dan karyawan yang berjumlah 700 orang agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai Islam wasathiyah dan Islam modern.

“Pengarahan bagi para guru ini penting karena lingkungan sekolah di bawah naungan Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai menempel atau bersebelahan dengan sekolah nonmuslim sehingga seluruh jajaran yayasan perlu mendapat pemahaman yang lebih baik,” kata Syafiudin.

Di kesempatan yang sama, Ketua Pembina Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai, Chaeruddin Mahiddin menyebutkan, selama pandemi pihaknya mengupayakan pelayanan kesehatan ke rumah karena masyarakat tidak bisa pergi berobat ketika sakit.

“Dengan mempertimbangkan stok dokter dan perawat yang ada tersebut, Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai akan mengembangkan rumah sakit dan layanan home care,” katanya.

Selain itu, Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai, lanjut Chaeruddin saat ini masih memiliki lahan yang bisa dikerjasamakan untuk membuka pertanian. (Uli)

loading...