Wapres JK Resmikan Pusat Penelitian Kakao Di Sulawesi

aktualcom/indolinear.com
Minggu, 19 November 2017
loading...

Indolinear.com, Pangkep – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan harapannya sat menghadiri peresmian Pusat Penelitian Kakao di Pangkep,Sulawesi Selatan. JK berharap dengan adanya pembangunan Pusat Penelitian Kakao di Pangkep bisa mendorong peningkatan produktivitas kakao nasional yang kini masih rendah.

Seperti diutarakan JK saat menghadiri ground breaking Cocoa Research Center tersebut, investasi research and development dari Mars Symbioscience Indonesia di Pangkep, Sulawesi Selatan.

Menurut JK saat ini, produksi kakao Indonesia masih tertinggal dari Ghana dan Pantai Gading, padahal potensi peningkatan produktivitas sendiri masih sangat terbuka dengan luasnya lahan, iklim dan jumlah petani.

Kini kata JK kisaran produktivitas kakao di Indonesia hanya sekitar 600kg-700kg/ha atau jauh tertinggal dengan kompetitor yang mampu memiliki produktivitas kakao lebih dari 2 ton/ha.

“Maka upaya satu-satunya adalah bagaimana tingkatkan teknologinya lewat penelitian, sehingga kita bisa naik ke peringkat dua atau satu di dunua untuk urusan produktivitas,” harap JK.

Selain bertujuan untuk mengerek produksi kakao nasional, JK menambahkan peningkatan produktivitas juga penting untuk memberikan tambahan pendapatan kepada masyarakat sekitar.

“Meningkatkan produktivitas menjadi 1,5 ton itu sangat mungkin. Kita bisa mempunyai tambahan penghasilan sampai Rp 9triliun kepada masyarakat, bayangkan jika terbagi kepada petani-petani kecil,” kata JK.

Mars Symbioscience Indonesia sendiri sebagai anak perusahaan produsen coklat dunia, Mars Inc. yang sebelumnya telah membangun fasilitas serupa di Tarengge, Sulawesi Selatan pada 2010.

Dengan mengucurkan nilai investasi senilai US$4 juta dollar, Pusat Penelitian Kakao di Pangkep tersebut bakal menghuni area 95,2 hektare. Sementara, pembangunan tersebut akan memperluas jaringan komoditas kakao Mars setelah sebelumnya dibangun di Brazil, Ekuador dan Amerika Serikat.

Dan Mars pun menargetkan bisa memperbaiki produksi dan pengelolaan kebun petani kakao. Konkretnya, produktivitas dapat terkerek dari dibawah 1ton/ha saat ini menjadi lebih dari 3ton/ha. (Gie)