Wanti-wanti Dokter Tentang Torpedo Kambing Dan Mitos Pendongkrak Libido

FOTO: detik.com/indolinear.com
Senin, 11 Juli 2022

Indolinear.com, Jakarta – Di setiap perayaan Idul Adha, torpedo kambing tidak pernah luput dari incaran bapak-bapak. Mitos pendongkrak libido atau gairah seks teramat lekat dengan bagian tersebut.

Praktisi kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH mengatakan mitos tersebut didasari oleh kandungan testosteron yang memang tinggi pada torpedo kambing. Meski demikian, ia meragukan perngaruhnya secara langsung pada libido.

Nutrisi dalam makanan, menurut Prof Ari, bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi libido. Faktor psikologis menurutnya turut berpengaruh.

“Bisa saja karena merasa sudah mengosumsi torpedo kambing seseorang merasa yakin bahwa libidonya meningkat dan bisa saja justru semangat tinggi inilah yang akhirnya meningkatkan libido seseorang tersebut,” jelas Prof Ari, dilansir dari Detik.com (10/07/2022).

Di sisi lain, daging kambing secara umum menurut Prof Ari adalah kelompok daging merah yang banyak mengandung lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh dan LDL (low density lipoprotein) alias lemak jahat yang juga berlebihan bisa memicu masalah pada pembuluh darah.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah risiko sembelit jika terlalu banyak mengonsumsi daging merah. Jenis daging ini, menurut Prof Ari memberikan beban ekstra bagi usus untuk mengeluarkannya.

“Oleh karena itu harus diimbangi oleh banyak minum dan konsumsi sayur-sayuran,” saran Prof Ari dalam pesannya kepada wartawan.

Pakar gizi komunitas, dr Tan Shot Yen juga memberikan peringatan terkait torpedo kambing. Sama seperti Prof Ari, dr Tan juga lebih meyakini adanya efek psikologis ketika mengonsumsi torpedo kambing.

Ketika seseorang merasakan libidonya meledak-ledak setelah mengonsumsi torpedo kambing, bukan tidak mungkin hal itu muncul karena memang seserorang meyakininya demikian.

Justru, ia mengingatkan bahwa torpedo kambing merupakan sumber purin seperti halnya bagian jeroan lainnya.

“Purin dalam jeroan itu tinggi banget. Itu yang membuat kenapa kaku-kaku, jangan-jangan asam uratnya naik,” jelas dr Tan dalam program e-Life detikcom.

Purin dalam jeroan kambing, menurutnya jauh lebih tinggi dibanding pada sayuran hijau. (Uli)

loading...