Wanita Ini Tewas Setelah Makan Lumpia Yang Dipanaskan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 4 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Thailand – Seorang wanita tewas setelah memakan lumpia yang dipanaskan, di mana sebelumnya lumpia tersebut tersimpan di kulkas selama 3 hari.

Momen tersebut pun dibagikan di media sosial oleh pengguna Facebook dari Thailand, Napa Payaksing.

Rupanya, wanita tersebut meninggal setelah keracunan makanan serta diare akut.

Dilansir dari Tribunnews.com (03/10/2020), suami korban mengungkapkan mereka telah menetap di Distrik Bangcha, Kabupaten Bang Phli, Samut Prakan.

Sang suami pun menceritakan kronologinya hingga nyawa sang istri tak dapat ditolong.

Awalnya, mereka makan bersama di rumah Senin (28/9/2020).

Sang istri pun mengeluarkan lumpia yang mereka beli dari pasar sekitar tiga hari sebelumnya, tepatnya Jumat (25/9/2020), dan memanaskan lumpia tersebut.

Lantas, lumpia itu pun mereka makan dan tidak ada yang aneh.

Kemudian, ketika sang istri sedang duduk di ruang tamu menonton televisi, dia tiba-tiba berlari ke toilet karena diare.

Suami pun curiga karena sang istri lama di toilet, kurang lebih sudah sekitar 1 jam.

Dia khawatir dan mengetuk pintu toilet sang istri untuk memeriksa.

Namun, lantaran tidak ada jawaban dari sang istri, pria tersebut pun langsung membuka pintu toilet.

Alhasil dirinya kaget, sang istri sudah terkapar di lantai dengan muntahan di mulut, hidung, dan lantai toilet.

Ia segera mengangkat istrinya yang sudah dalam kondisi koma, dan memberikan pertolongan pertama berupa resusitasi kardiopulmoner, tapi tidak ada pengaruhnya.

Dia pun langsung menelepon hotline 1669 untuk meminta bantuan darurat.

Hingga akhirnya, nyawa sang istri tak bisa diselamatkan.

Petugas medis yang menangani mengatakan, penyebab kematian korban kemungkinan adalah keracunan makanan.

Korban mengalami kekurangan air dan syok akibat diare yang berkepanjangan.

Namun, penyebab detail kematian wanita itu tetap memerlukan pemeriksaan ahli forensik.

Keracunan Makanan dapat Sebabkan Diare

Dokter menyebut, keracunan makanan dapat menyebabkan diare dalam banyak kasus.

Apabila kondisi menjadi parah, perlu adanya penanganan medis.

Gejala keracunan makanan dapat dimulai beberapa jam setelah makan makanan yang terkontaminasi.

Gejala termasuk mual, muntah, atau diare.

Paling sering, keracunan makanan ringan dan sembuh tanpa pengobatan.

Namun, beberapa orang perlu pergi ke rumah sakit.

Penyebab utamannya adalah makanan-makanan yang terinfeksi bakteri.

Penyakit ini cukup umum namun gejalanya biasanya tak cukup parah, itu akan sembuh sendiri dalam waktu 24 jam hingga 48 jam.

Penderita perlu minum banyak air untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar.

Kapan harus ke dokter

Jika mengalami salah satu dari tanda atau gejala berikut, sangat diperlukan bantuan medis.

– Muntah yang sering dan ketidakmampuan untuk menahan cairan

– Muntahan atau tinja berdarah

– Diare selama lebih dari tiga hari

– Nyeri hebat atau kram perut yang parah

– Suhu mulut lebih tinggi dari 100,4 F (38 C)

– Tanda atau gejala dehidrasi – rasa haus yang berlebihan, mulut kering, sedikit atau tidak ada buang air kecil, kelemahan parah, pusing, atau pusing.

– Gejala neurologis seperti penglihatan kabur, kelemahan otot dan kesemutan pada lengan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: