Wanita Di India Gali Sumur Agar Ibunya Tak Kesusahan Mengambil Air

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 2 Juli 2020
loading...

Indolinear.com, India – Seorang anak rela menggali sumur sendiri untuk ibunya, untuk memudahkan sang ibu mengambil air.

Dengan perjuangan itu, nampaknya peribahasa kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah tidak cocok dengan kisah satu ini.

Bobita Soren (24) menggali sumur sedalam 15 kaki atau sekira 5 meter di rumahnya. Ini dilakukan Bobita karena prihatin setiap hari ibunya yang sakit-sakitan harus berjalan jauh mengambil air.

Dikutip dari Tribunnews.com (01/07/2020), ibu Bobita yang berusia 50 tahun itu harus berjalan sejauh 200 meter untuk bisa mendapatkan air.

Oleh karena itu Bobita bertekad membuatkan sumur agar ibunya tidak lagi bersusah payah. Diketahui, Bobita merupakan seorang mahasiswa Ilmu Politik di sebuah universitas di Distrik Budwan.

“Ibu saya Nina Soren menderita anemia dan sangat lemah. Karena saya masih kecil, saya biasa melihat pekerjaannya sangat sulit untuk mengambil air.”

“Dulu aku merasa sangat sedih,” ungkap Bobita.

Bagaimana tidak, setiap hari dia harus melihat ibunya berjalan di tengah terik matahari dan mengantre selama 30 menit hanya untuk mendapatkan air bersih.

“Saya mencoba untuk menemukan solusi permanen. Tiba-tiba, saya sadar bahwa saya bisa menggali sumur,” jelasnya.

Bobita memulai penggalian pada 2019 silam. Namun dia sempat meninggalkan proyeknya yang setengah jadi karena harus kembali ke asrama.

Dia melanjutkannya di tengah masa lockdown hingga sumur itu selesai. Bobita tidak sendiri dalam pembangunan sumur itu. Ayah dan saudara lelakinya turut andil untuk membuatnya.

“Ayah dan saudara lelaki saya mengikat tali dengan erat untuk saya gunakan turun dan menggali setiap kali saya punya waktu luang di luar pekerjaan rumah tangga.”

“Ini berlanjut selama dua hingga tiga minggu terakhir, sampai saya melihat sumber air.”

“Kadang-kadang saudara perempuan saya membantu saya mengeluarkan tanah tetapi dia punya pekerjaan sendiri,” jelas Bobita.

Bobita tidak menghubungi pembuat sumur di desanya karena tidak mampu menanggung biayanya. Selain itu kondisi pandemi menyebabkan kebanyakan pekerja tidak mau mengambil risiko.

Ayahnya, Hapna Soren bekerja di sebuah pabrik lokal, sementara saudara lelakinya adalah seorang sopir. Sedangkan kakak perempuannya bekerja di sebuah toko pakaian lokal.

Kegigihan Bobita ini disoroti pemerintah setempat hingga dia mendapatkan bantuan dana untuk menyempurnakan sumur tersebut.

“Kami kagum ketika kami melihat sumur ini. Kami mengatakan bahwa pemerintah akan menggali sisanya dan membuatnya sedalam 30 kaki sehingga mereka bisa mendapatkan air minum yang layak dan dibangun dengan beton.”

“Dalam minggu ini dia akan mendapatkan laptop dan kami juga berusaha memberinya pekerjaan,” kata Tapas Banerjee, ketua Asansol Durgapur Development Authority. (Uli)

Kisah mengenai kebaikan memang selalu menginspirasi. Salah satunya pria satu ini, yang rela menunggu 8 tahun kesembuhan kekasih yang hilang ingatan karena penyakit aneh. Simak informasinya disini.

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: