Wamendes: Tak Mungkin Indonesia Maju, Ketika Masih Banyak Desa Belum Maju

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 31 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mengatakan tidak mungkin Indonesia maju ketika masih banyak desa belum maju.

Menurut dia, desa maju adalah prasyarat penting untuk menuju Indonesia maju.

“Sejak awal kita menyadari, membangun Indonesia adalah membangun desa karena masa depan Indonesia ada di desa,” ujar Budi Arie Setiadi dalam sambutannya di acara Kolaborasi FIA UI dengan TBA Desamaji seperti yang dilansir dari Tribunnews.com (30/10/2020).

Menurut dia, 190 juta hektar wilayah daratan Negara Kesatuan Republik Indonesia, 91 persennya mencakup wilayah desa dan perdesaan.

Adapun jumlah desa sebanyak 74.953.

Wamendes PDTT menyebut sekitar 19 ribu desa di Indonesia masuk kategori tertinggal dan sangat tertinggal.

“Per tahun 2020 ini, masih terdapat sekitar 19 ribu desa dengan status tertinggal dan sangat tertinggal di wilayah Indonesia, terutama di wilayah Indonesia Timur,” jelasnya.

Untuk itu, dia mendorong peran serta seluruh pihak untuk membangun desa lebih maju.

Termasuk peran serta Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta dalam membangun dan memajukan desa di Indonesia.

“Kita mengharapkan seluruh peran serta berbagai pihak pada pencapaian-pencapaian pembangunan desa dan kemajuan desa dan peran serta dari berbagai pihak, baik Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Juga dari SMK,” ucapnya.

Dia berharap anak-anak muda menyadari perannya untuk kembali membangun desa.

Apalagi dia mengatakan, desa menyimpan potensi luar biasa yang bisa dikembangkan.

Dari 91 persen wilayah desa dan pedesaan, lanjut dia, 86 persennya berbasis ekonomi pertanian.

Sisa 14 persen adalah desa nelayan dan non-pertanian.

Dia menjelaskan, masih banyak potensi desa-desa di Indonesia masih belum tergarap dan tergali dengan baik.

Karena itu menurut dia, butuh peran serta semua pihak untuk membangun dan memajukan desa, sehingga tidak lebar lagi jarak antara ekonomi desa dengan Kota.

“Karena itu lah kita mengharapkan peran serta dan gotong royong berbagai pihak untuk membangun desa dengan berbagai karakteristiknya,” katanya.

Menurut dia 74.953 desa memiliki 74.953 karakteristik, sosial budaya, ekonomi dan kemasyarakatan.

“Kita menyadari pula kearifan lokal kita junjung tinggi karena dari pengalaman ke daerah-daerah seluruh masyarakat tetap menghargai dan mewarisi kearifan lokal masing-masing,” katanya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: