Walikota Tangerang Sebut Label Keluarga Miskin Cara Tepat Memberi Bantuan

FOTO: akurat.co/indolinear.com
Jumat, 13 September 2019

Indolinear.com, Kota Tangerang – Walikota Tangerang Arief R Wismansyah angkat bicara soal labelisasi Keluarga Miskin yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang.

Pemberian Labelisasi Keluarga Miskin menurutnya cara tepat untuk memberikan bantuan kepada keluarga yang membutuhkan.

Arief mengatakan, label dengan pemberian nama Keluarga Miskin itu pun telah dikonsultasikan sebelumnya dengan sosiolog.

“Label tersebut merupakan salah satu cara agar keluarga mampu tidak lagi menerima bantuan sosial, sehingga bantuan sosial yang dikucurkan oleh Kementerian Sosial benar-benar tepat sasaran,” ujar Arief, dilansir daei Akurat.co (12/09/2019).

Arief menjelaskan, penerima bantuan sosial tidak bisa dihapus dari database apabila tidak ada surat pernyataan pengundurun diri dari yang bersangkutan (penerima).

“Kami mengeluarkan labelisasi Keluarga Miskin yang ditujukan bagi keluarga mampu yang menerima bantuan sosial. Dengan begitu, keluarga tersebut akan mengundurkan diri tanpa paksaan.

Jika cuma ditempel label Keluarga Pra Sejahtera pasti mereka tidak malu menerima bantuan yang bukan haknya. Kita ingin bantuan sosial diberikan kepada keluarga yang benar-benar tidak mampu. Jangan sampai keluarga mampu masih menerima bantuan sosial,” jelasnya.

Ketika ditanya soal pendataan di lapangan, Arief menuturkan, jika pendataan tersebut dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dan kemudiam diverifikasi lagi.

“Sekarang buktinya masih banyak keluarga mampu masih menerima bantuan sosial. Dan, Ini menjadi tugas kami untuk membenahinya,” katanya.

Arief mengajak kepada pemerhati pemerintahan agar memberikan masukan yang konkret. Sebab, yang diinginkan Pemkot Tangerang adalah penerima bantuan sosial tepat sasaran.

“Berikan kami masukan atau gagasan yang jelas, sehingga keluarga yang tidak mampu benar-benar mendapatkan haknya. Dengan adanya labelisasi Keluarga Miskin tersebut, sebanyak 120 keluarga mampu menyatakan mengundurkan diri dari penerima bantuan sosial,” katanya. (Uli)