Walikota Persilahkan Tempat Hiburan Malam Beroperasi Asal Buka Sampai Maghrib

FOTO: palu.tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 5 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Walikota Bekasi Rahmat Effendi melakukan terobosan. Jika saat ini semua tempat hiburan dilarang beroperasi, maka kini diperbolehkan asal buka siang hari.

Hal itu tercermin dari maklumat tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Penanganan Penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi Nomor 440/6086/SETDA.TU, yang baru diterbitkannya.

Di dalamnya diatur mengenai jam operasional tempat usaha, pelaksanaan ibadah berjamaah dan pasar saat penerapan Adaptasi Tatanan Hidup Baru Masyarakat Produktif Aman Covid -19 di Kota Bekasi.

Salah satu poin penting dalam maklumat tersebut yakni pembatasan jam operasional seluruh tempat usaha yang hanya diperbolehkan untuk membuka hingga pukul 18.00 WIB.

Waktu Operasional untuk semua Usaha Jasa Kepariwisataan Serta Hiburan, dengan ketentuan sebagai berikut yang dilansir dari Palu.tribunnews.com (04/10/2020):

  1. Kategori Hiburan Umum diperbolehkan beroperasi mulai pukul 12.00 WB s.d 18.00 WlB, diantaranya :

. Klab Malam/Diskotik

. Bar

. Karaoke

. PUb

. Bilyard

. Panti Pijat/refleksi/SPA

  1. Arena Permainan Anak/Gelanggang Permainan Mekanik diperbolehkan melakukan operasional dimulai pukul 09.00 WIB s.d 18.00 WIB.
  2. Rumah Makan/Restoran/Usaha Sejenisnya dan Cafe untuk dine in makan di tempat atau take away dapat beroperasional sampai dengan pukul 18.00 WIB
  3. Untuk jasa penyelenggara acara/MICE/gedung pertemuan, penyelenggaraan acara wedding di Hotel dan sejenisnya, diperbolehkan baroperasi sampai dengan pukul 18.00 WIB, dengan ketentuan agar merubah pola penyajian makanan dari sistem prasmanan menjadi dalam bentuk box;
  4. Gelanggang Olahraga/Pusat Kebugaran serta kolam renang diperbolehkan beroperasi mulai pukul 08.00 WIB s.d 18.00 WlB,
  5. Semua kegiatan pada poin a sampai dengan poin e agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan sebagai berikut:

– Melakukan rapid test bagi karyawan yang melakukan kontak langsung dengan pengunjung secara berkala;

– Menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai dan hand sanitizer yang mudah diakses oleh pekerja dan konsumen/pelaku usaha;

– Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mencantumkan tulisan/gambar di tempat yang mudah dilihat sebagai media pengingat bagi karyawan dan pengunjung;

– Kapasitas pengunjung tidak lebih dari 50 persen dari kapasitas normal;

– Disinfeksi seluruh fasilitas umum sesaat sebelum beroperasional;

– Pembersihan secara berkala pada area yang sering disentuh publik setiap 4 jam sekali;

– Mewajibkan pakerja dan pengunjung menggunakan masker dan menerapkan physical distancing;

– Memindai suhu tubuh pekerja sebelum mulai bekerja serta suhu tubuh pengunjung secara sopan di pintu masuk <37,30 C;

– Apabila ada karyawan yang memiliki gejala demam, batuk, pilek dan sesak napas tidak diperbolehkan untuk masuk bekerja dan melakukan pemeriksaan kesehatan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: