Walikota Bogor Tinjau Operasional Angkot Modern TPK 4

FOTO: kotabogor.go.id/indolinear.com
Selasa, 30 Oktober 2018
Bogor | Uploader puspita

Indolinear.com, Bogor – Walikota Bogor Bima Arya meninjau beroperasinya angkutan kota (angkot) pada lintasan Trans Pakuan Koridor (TPK) 4 jurusan Ciawi-Ciparigi, Senin (29/10/2018). Menurut Bima, mulai beroperasinya angkot modern ini sebagai momentum reformasi transportasi, bukan saja dari sisi fasilitasnya, tetapi juga perilaku berkendara pengemudinya.

Usai melakukan pertemuan dengan sejumlah pedagang Pasar Bogor, Bima Arya mengajak anggota DPRD Kota Bogor Anita Mongan dan Camat Bogor Tengah Agustiansyach untuk mencicipi angkot modern. Mereka menempuh perjalanan pendek mulai dari Pasar Bogor menuju Balaikota Bogor.

Ya, angkot modern ini sangat berbeda dari angkot pada umumnya. Selain bisa mengangkut lebih banyak penumpang, juga perbedaan yang paling mencolok adalah adanya fasilitas pendukung yang sangat memanjakan penumpang, mulai dari AC, TV, Wifi, CCTV dan tempat untuk mencharger handphone. Selain itu pembayaran ongkosnya pun menggunakan e-money atau non tunai.

“Tapi untuk sementara, selama masa uji coba ini kami masih terima juga pembayaran tunai. Kami bantu pakai kartu e-money yang disediakan,” ungkap sang sopir kepada Bima Arya.

Bima juga mengecek fasilitas lainnya berupa AC yang menyala dengan baik. Tidak itu saja, walikota juga memantau CCTV yang ada di dalam angkot modern tersebut melalui gadget.

“Fungsi CCTV ini untuk mengidentifikasi dan memberikan informasi mengapa suatu kejahatan bisa terjadi, seperti pencopetan atau pelecehan seksual khususnya yang terjadi di dalam angkutan umum. Dengan CCTV ini juga sekaligus bisa memantau perilaku sopir apakah berhenti di halte yang telah disediakan, apakah ugal-ugalan?. Intinya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang,” jelasnya dilansir dari kotabogor.go.id.

Bima Arya pun mengapresiasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Organda dan Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kodjari) yang sudah menjalankan program penataan transportasi di Kota Bogor ini.

“Sebetulnya kemarin sudah mulai jalan, tapi informal. Sekarang sudah resmi, mudah-mudahan lancar. Perlu sosialisasi yang masif lagi, meski demikian tadi sudah ada penumpang yang naik. Yang penting itu bukan fasilitas angkotnya aja, tapi perilaku tertib berkendaranya juga karena pangkal kemacetan itu adanya angkot yang berhenti sembarangan. Angkot modern ini tidak boleh seperti itu,” ujarnya.

“Belum lah, masih baru. Kita lihat selama masa uji coba ini. Setiap hari Dishub dan Kodjari akan laporan perkembangan dan kondisi di lapangan. So far, animo warga cukup bagus,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan pada Dishub Kota Bogor Jimmy Hutapea menjelaskan, angkot modern jalur TPK 4 melintasi Ciawi, Baranangsiang, Otista, BTM, Sempur, Pajajaran, Warung Jambu, Pomad hingga Ciparigi. TPK 4 merupakan merger dari trayek 09, sepertiga dari trayek 21, trayek 03, trayek 02 dan trayek 07.

“Untuk sementara ada 11 unit TPK 4 yang sudah beroperasi hari ini,” ungkap Jimmy.

Menurut Jimmy, selama beberapa minggu kedepan pihaknya fokus dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas beroperasinya angkot modern di lapangan karena TPK 4 masih bersinggungan dengan angkutan konvensional lainnya.

“Dishub lebih kepada pengaturan dan pengawasan kendaraan agar berjalan sesuai trayek. Kami lakukan pengawasan dengan menempatkan petugas di enam titik, mulai dari Pomad, Jalan Baru, Warung Jambu, Tugu Kujang, Sukasari dan Ciawi,” katanya.

Dalam operasional hari pertamanya, angkutan modern TPK 4 berjalan dengan lancar. Jimmy berharap langkah ini bisa diikuti badan usaha lainnya untuk menjadi bagian dalam penataan transportasi di kota hujan. (pit)

%d blogger menyukai ini: