Walikota Bekasi Menyebutkan Kasus Covid-19 di Wilayahnya Terkendali, Begini Faktanya

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 30 Maret 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyebut jika kasus Covid-19 di wilayahnya cenderung bisa dikendalikan kendati berada di kawasan episentrum penyebaran seperti DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor.

Tolak ukur tersebut ia sampaikan berdasarkan dari tingginya angka kesembuhan serta turunnya angka kematian dari pasien virus Corona, walaupun secara indikator masih terhitung tinggi.

“Dan jumlah testing yang tinggi di Kota Bekasi adalah salah satu alasan penambahan kasus konfirmasi di Kota Bekasi,” kata wali kota yang kerap dipanggil Pepen itu, dilansir dari Merdeka.com (29/03/2021).

Pepen pun menyampaikan sejumlah alasan terkait terkendalinya kasus Corona di wilayahnya, berikut informasinya.

Meningkatnya Angka Kesembuhan di Kecamatan Paling Terdampak Tinggi

Salah satu tolak ukur terkendalinya kasus Covid-19 di wilayah Kota Bekasi adalah terdapatnya peningkatan angka kesembuhan di lima kecamatan paling terdampak tinggi Covid-19 di Kota Bekasi yang berkisar 92-96 persen pada 20 Februari 2021.

Kemudian kasus terkonfirmasi aktif juga disebutnya mengalami penurunan 2-6 persen, dengan angka kematian yang rendah di angka 1,05-1,79 persen.

Untuk data pemanfaatan tempat tidur (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 sendiri ungkap Pepen juga masih terbilang normal, yakni di atas 56,4 persen.

“Karena dilihat standar WHO, BOR dalam masa pandemi sebesar 60 persen dengan nilai normal BOR 60-80 persen. Total sebanyak 1938 tempat tidur di RS rujukan,” jelasnya.

Gencar Terapkan Prokes hingga Sukseskan Vaksinasi

Pepen juga menyebutkan jika Kota Bekasi terus berupaya menggencarkan penerapan protokol kesehatan, termasuk dengan menambah fasilitas-fasilitas kesehatan di wilayahnya.

“Baru-baru ini Pemkot Bekasi meresmikan RSUD Kelas D Teluk Pucung Bekasi Utara untuk tempat isolasi dan perawatan pasien Covid-19, yang dilengkapi 100 tempat tidur dan sarana kesehatan lainnya,” ujar dia.

Selain itu, pihak Pemkot juga berupaya menyukseskan program vaksinasi terhadap 480.000 jiwa yang tersebar di 56 kelurahan untuk menekan angka sebaran Covid-19.

Saat ini program vaksinasi di Kota Bekasi sudah masuk di tahap kedua, dengan menyasar kelompok rentan seperti petugas kesehatan, pelayan publik, ASN, non-ASN, tenaga pendidik, serta lansia.

“Vaksinasi digelar dengan mengikuti ketersediaan dosis vaksin yang diberikan pemerintah pusat,” lanjutnya.

PPKM Mikro Berjalan Sukses

Pepen melanjutkan, pihaknya juga mengikuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 3 Tahun 2021 dan Nomor 4 Tahun 2021 untuk menggerakkan seluruh elemen masyarakat di berbagai wilayah untuk melaksanakan PPKM Mikro sehingga pengendalian Covid-19 berjalan dengan baik.

Ia pun menginstruksikan seluruh tim agar menentukan skala prioritas wilayah penanganan, dengan fokus di daerah dengan angka sebaran tinggi, serta meminta wilayah dengan zona sebaran rendah hingga sedang untuk tetap meningkatkan level kewaspadaan.

“Seluruh elemen masyarakat diimbau untuk terus mendukung upaya Pemkot Bekasi dalam memerangi Covid-19, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 5M,” tandasnya.

Sampai saat ini, Kota Bekasi diketahui mendapat penilaian cukup baik untuk kategori 3T di level Jawa Barat. Operasi Yustisi yang dilakukan unsur 3 pilar juga diakui Pepen turut berpengaruh pada kedisiplinan masyarakat akan protokol kesehatan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: