Walikota Bekasi Menjawab Keluhan Warga: Pembagian Bansos Sembako Bertahap

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 22 April 2020
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Pembagian bantuan sosial (bansos) berupa sembako di Kota Bekasi menuai keluhan masyarakat.

Keluhan itu mulai dari tidak merata hingga tidak tepat sasaran.

Menjawab hal tersebut, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan bahwa pembagian bansos kepada masyarakat dilakukan secara bertahap.

Sehingga, kemungkinan terjadi adanya warga di satu RT atau RW tidak kebagian meskipun tetanggan.

“Jadi gini, ini kan kirimnya bertahap bisa saja dalam satu RT itu 30 orang, karena ini bertahap dia mungkin terima awal 3-4 orang karena bertahap,” ujar Rahmat, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (21/04/2020).

Rahmat menjelaskan ada 150 paket bansos berupa sembako yang disiapkan dari APBD Kota Bekasi.

Pendistribusian bantuan itu telah dilakukan sejak Jumat (17/4/2020).

“Hari ini, kita informasikan kepada seluruh warga masyarakat kemarin sudah didistribusikan 6 ribu paket, hari ini 9 ribu paket dari total 150 ribu paket yang akan disediakan,” katanya.

Rahmat mengungkapkan jika di lapangan ternyata ada warga yang menerima bantuan ternyata tidak sesuai dengan indikator, maka RT RW dapat memberikan kepada orang yang di wilayah itu yang lebIh berhak dan membutuhkan.

“Jadi jika ternyata ditemukan ada yang tidak sesuai dengan indikatornya RT RW dapat memberikan kepada yang lebih berhak dan membutuhkan atau dikembalikan ke tim kami,” beber dia.

Adapun indikator penerima bantuan ini, Rahmat menjelaskan ialah token maksimal 900 watt, selain itu kondisi memang terdampak pada pekerjaannya akibat Covid-19.

“Jadi itu ukuran umum, silakan daftar saja nanti diverifikasi. Ini jangan sampai dobel dengan bantuan dari Pemprov Jabar dan pemerintah pusat,” tutur Rahmat.

Sebelumnya diberitakan, Pembagian sembako tahap pertama di Kota Bekasi menuai keluhan masyarakat.

Pendataan yang dilakukan pengurus lingkungan (RT dan RW) tidak sesuai dengan yang diberikan pihak Kelurahan.

Akibatnya, pengurus pun menjadi “bulan-bulanan” warga sekitar.

Salah seorang ketua RT di Kelurahan Jatibening Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi yang enggan diungkap indentitasnya mengatakan bantuan yang diberikan tidak tepat sasaran dan tidak merata.

“Jujur pak, saya stres soal bantuan sosial ini. Karena hanya dapat 7 dan jujur warga yang dapat sebagian orang mampu dan juga tidak tinggal di wilayah kami lagi,” kata ketua RT seorang perempuan itu, pada Sabtu (18/4/2020).

Ia menyebut kondisi ini tentunya membuat kecemburuan sosial atas bantuan yang diberikan itu.

“Karena ya itu tadi engga rata dan engga tepat sasaran. Jadi ricuh, saya terima keluhan warga sampai stres,” ucap dia.

Keluhan itu disampaikan pengurus RT di Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, ia mengaku pusing banyak warga yang menanyakan bantuan sosial yang tak kunjung datang.

“Pada bertanya bantuan sosial itu, pas datang engga semua cuman beberapa saja,” katanya.

Sebelumnya juga, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan pembagian bantuan sosial berupa paket sembako bagi warga dilakukan secara bertahap.

Pembagian paket sembako bagi warga terdampak ekonomi karena Covid-19 telah dilakukan sejak Jumat (17/4/2020) kemarin.

“Hari ini, kita informasikan kepada seluruh warga masyarakat kemarin sudah didistribusikan 6 ribu paket, hari ini 9 ribu paket dari total 150 ribu paket yang akan disediakan,” kata Rahmat saat jumpa pers di Stadion Patriot Candrabaga.

Pria yang disapa Pepen itu menuturkan sistem pendistribusian paket sembako menggunakan jaringan kecamatan, kelurahan, RT RW, maupun jaringan Polsek dan Koramil.

Pengiriman bantuan langsung diantarkan ke rumah penerima manfaat tersebut.

“Jadi semua adalah serba by name by address dapatnya. Saya berharap semua ini dikontrol berama-sama baik RT RW dan tokoh masyarakat jangan sampai ada yang overlap, jangan ada yang double,” beber dia.

Lebih lanjut, Pepen menjelaskan pembagian tidak langsung sekaligus, dalam artian dilakukan secara bertahap.

Pemerintah tak mau menunggu lama menunggu 150 ribu paket sembako siap semua.

Sebab, bantuan ini sangat diperlukan dan tidak bisa ditunda.

“Jika tidak punya penghasilan sudah tidak ada sama sekali maka saya kira bantuan ini sangat berguna bagi warga masyarakat Kota Bekasi,” ucap dia.

Pepen menjelaskan bantuan ini akan diberikan satu bulan sekali selama tiga bulan ke depan.

Warga yang berekonomi lemah belum terdaftar masih bisa mendaftarkan diri melalui website resmi, https://bansoscovid19.bekasikota.go.id.

Adapun bansos berisi sembako yang nilainya sebesar Rp 200 ribu.

Bantuan ini berisi beras 5 kilogram, mie instan 6, minyak 1 liter, biskuit, kecap 1, saos 1, Sarden 1.

“Kita terus mengupdate, mengupdate warga yang belom mendapatkan belom daftar atau belom terdaftar berkenan dengan bantuan sosial,” tutup Rahmat. (Uli)

 

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: