Wali Kota Bekasi Sosialisasikan Pemanfaatan Kartu Sehat

FOTO: bekasikota.go.id/indolinear.com
Kamis, 8 November 2018
Bekasi | Uploader puspita

Indolinear.com, Bekasi –  Meski sudah mencapai 78% pencetakan Kartu Sehat Bekasi, namun warga Kota Bekasi masih memiliki antusiasme tinggi perihal layanan kesehatan yang di gagas oleh pemerintah Kota Bekasi, Rabu (7/11/2018).

Malam ini, Dr. Rahmat Effendi masih dalam rangka ekspose 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, mensosialisasikan pemanfaatan Kartu Sehat Bebasis NIK (KS NIK), terbukti tingginya warga masyarakat Kota Bekasi yang memerlukan KS NIK ini dimana yang dalam proses nya sangat membantu dalam hal pelayanan kesehatan dengan bisa berobat secara gratis dan ditanggung Pemerintah.

Sosialisasi mengenai pemanfaatan KS NIK ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak lagi terbentuk sebuah animo masyarakat bahwa KS NIK ini ditolak oleh pihak rumah sakit, terlebih warga Kota Bekasi yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Kapan kita mau bekerja cepat untuk rakyat, kapan rakyat akan mendapatkan pelayanan yang prima dari pemerintah ?

Karena seyogyanya masyarakat itu membutuhkan kepastian dan kejelasan bukan untuk dibuat bingung dengan peraturan yang ada namun tidak menghilangkan proses yang sudah ada.”ucap Dr Rahmat Effendi.

KS NIK ini bisa digunakan di 39 RS dalam Kota Bekasi dan 20 RS luar Kota Bekasi, jika ada rumah sakit yang menolak warga yang akan berobat terutama warga Kota Bekasi maka akan kita cabut izin operasi nya.”sambung Dr Rahmat Effendi.

Selain itu, Wali Kota juga menekankan agar warga Kota Bekasi paham dengan pelayanan kesehatan, jika terjadi sakit ringan ataupun tidak berbentuk sakit kronis, cukup datang ke Puskesmas yang sudah tersedia, jika kronis bisa langsung ke rumah sakit milik Pemerintah ataupun rs swasta terdekat.

Baca Juga :  BMI Kota Bekasi Terus Perkuat Konsolidasi Organisasi

“Pelayanannya tidak ada yang berubah, jika pusing, sakit perut, sakit gigi, datang saja ke Puskesmas terdekat, akan dliayani sama dengan Rumah Sakit, mari kita tingkatkan antusias kepada Pelayanan Kesehatan di Puskesmas” tuturnya dilansir dari bekasikota.go.id.

Rencananya, Pada tahun 2020 nanti warga Kota Bekasi jika ingin pergi kerumah sakit untuk berobat cukup menggunakan KTP Kota Bekasi karena sudah tersistem melalui NIK, dan akan terbentuk di tiap Rumah Sakit swasta juga akan memakai pelayanan seperti itu, cukup dengan E-KTP dan Kartu Keluarga yang bernomor induk di Kota Bekasi.(pit)

%d blogger menyukai ini: