Wali Kota Bekasi Lantik Dirum PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi

FOTO: bekasikota.go.id/indolinear.com
Minggu, 14 Juli 2019
Bekasi | Uploader puspita

Indolinear.com, Bekasi – Pelaksanaan Apel rutin pada hari Rabu, 12 Juni 2019 dirangkaikan dengan pelantikan Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi secara ceremonial melantik Muhaimin SS, sebagai Direktur Umum PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi, hadir juga Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati, Direktur Utama PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi, Solihat.

Usai membacakan tata naskah proses pelantikan, Wali Kota Bekasi menyampaikan selamat kepada Dirum PDAM Tirta Patriot yang telah dilantik, diharapkan amanah dalam jabatan baru yang dipegang serta mampu beradaptasi cepat untuk proses pekerjaan di Badan Daerah di Kota Bekasi.

Wali Kota menginstruksikan kepada Sekda Kota Bekasi untuk evaluasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tergabung di Kota Bekasi yang pada prinsipnya adalah memperkokoh jaringan kesejahteraan warga Kota Bekasi, penopang dan membantu instrumen struktur dari Pemerintah Kota Bekasi, Sekda harus mampu evaluasi mana yang terhambat untuk proses pekerjaannya, kita beri waktu 3 bulan sama seperti pejabat di OPD yang kita lantik, sampai akhir Desember 2019 tidak ada perubahan kita harus evaluasi, karena BUMD termasuk di dalam bagan Pemerintah Kota Bekasi di ibaratkan pemegang saham.

Jika kita lihat perbedannnya BUMD bisa lakukan kerja sama dengan pihak siapapun juga, itu yang dimaksud dengan sinegritas yang tujuannya mempunyai nilai tambah estensinya membantu Pendapatan Asli Daerah di Kota Bekasi, yang nantinya bisa kita gunakan dalam pembangunan infrastruktur, program Coresponden Social Responbility (CSR) atau apapun yang bisa menyokong Visi Kota Bekasi.

“Tidak hanya pejabat, BUMD pun juga harus punya Think Of Out Off the Box dalam pemikirannya, bagaimana langkah dan inovasi kedepannya, jangan hanya di linear saja untuk bekerja, kita perlu suatu gagasan dan ide sehingga bisa berpikir secara taktis dan sesuai hati,” ujar Rahmat Effendi.

“Jangan sampai semut mati dilumbung gula, ini yang harus kita benar-benar pikirkan, kita bekerja harus benar-benar bisa ikut serta dalam proses perubahan, baik dari konsep Think of Out Off the Box, maupun keluar dari garis linear yang kerja hanya ikut saja programnya dari dulu, tidak ada inovasi maka sudah jangan harapkan perubahan bagi intansinya, untuk diri sendirinya saja sudah tidak mau bergerak, maka dari itu kita harus memiliki pikiran fresh agar bisa melihat 3 sampai 5 tahun kedepan program apa saja yang harus di kaji untik dikerjakan.” tegas Rahmat.(pit)

INDOLINEAR.TV