Wakil Rakyat Medorong Kabupaten Layak Anak Kabupaten Bekasi Naik Kelas

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 26 Maret 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi mendorong agar pencapaian Kabupaten Layak Anak (KLA) Kabupaten Bekasi naik kelas dari pratama menjadi madya.

Untuk mewujudkannya, DPRD Kabupaten Bekasi meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan startegi.

“KLA di kita itu masih pratama dan harusnya memang ada upaya-upaya atau strategi yang disiapkan dari Pemerintah Daerah untuk meningkatkannya menjadi madya,” kata anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Fatmah Hanum, dilansir dari Wartakota.Tribunnews.com (25/03/2021).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu mengatakan, Pemkab Bekasi jangan hanya puas dalam pencapaian KLA tingkat pratama.

Menurut dia, dari pratama ditingkatkan menjadi madya, apalagi Kabupaten Bekasi memiliki peraturan daerah tentang KLA tersebut.

Dia menambahkan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi harus melakukan kajian bersama para pakar dan pemerhati anak.

Kajian itu harus dilakukan untuk mencari formula atau strategi agar KLA Kabupaten Bekasi naik kelas.

DP3A, kata Fatmah,  harus menjadi nahkoda yang efektif, efisien dan terukur.

Selain itu, mampu bekerja sama dengan setiap perangkat daerah lainnya sehingga target bisa tercapai.

Apalagi dalam pelaksanaan KLA bukan hanya dilakukan dari DP3A, melainkan perangkat daerah lainnya.

“Capaian itu bisa terwujud jika dibarengi dengan keinginan yang kuat bersama mulai dari kepala daerah, maupun seluruh perangkatnya,” ucap dia.

Dia menambahkan, Kabupaten Bekasi telah didukung dua peraturan daerah (perda) yakni Perda Kabupaten Layak Anak dan Pemberdayaan Perempuan.

Menurut dia, dari dua perda tersebut seharusnya Kabupaten Bekasi bisa mencapai KLA maksimal.

Fatmah menambahkan, jika anak-anak terlindungi, maka keluarga juga terlindungi.

“Jadi ketika kita bicara soal KLA maka kita juga harus bicara soal keluarga yang berkualitas hingga perempuan yang memiliki daya saing.”

“Yang seperti itu harus mampu diwujudkan dan semua perangkat daerah harus bersinergi, tidak bisa terpisah-pisah,” ujarnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: