Wakil Presiden Ma’ruf Amin Minta Masyarakat Nahdliyin Kembali Kepada Khittahnya

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 23 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Bandar Lampung – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta kepada masyarakat Nahdliyin kembali kepada khittahnya.

Karena khittah tersebut menjadi landasan dalam rangka perbaikan atau reformasi di tubuh NU.

“Perubahan itu disesuaikan dengan langkah, contoh seperti orde lama dan orde baru seperti apa langkahnya ke depannya,” kata Wapres Ma’ruf Amin saat ditanya awak media, seusai menghadiri launching buku Histografi Khittah Politik Nahdlatul Ulama karya Ahmad Baso, dan Bedah Kitab Tuhfatul Qoshi Waddani Biografi Syekh Nawawi Al Batani karya Zulfa Mustofa¬† di Aula Hotel Radisson Bandar Lampung, dilansir dari Tribunnews.com (22/12/2021).

Karena ketika reformasi itu bisa dilihat seperti apa perkembangannya, karena dari dulu NU itu berkaitan pembinaan masyarakat secara langsung.

Sementara pada sisi lain ada yang sifatnya menyentuh kebijakan, seperti peraturan dan perundang-undangan.

Dalam sistem negara kita yang demokrasi dan melalui lembaga legislatif DPR, lanjut Wapres, maka salurannya adalah parpol.

“Ketika harus disalurkan maka itu NU berubah-ubah, dahulu NU itu bagian dari Masyumi. Ketika Masyumi tidak tepat lagi maka NU jadi partai sendiri ditahun 1952 sampai dengan 1975,” kata Wapres Maruf Amin.

Ketika pemerintah melakukan perubahan struktur maka NU menjadi kepentingan dan menyalurkannya ke PPP (Partai Persatuan Pembangunan).

Lalu ketika langkah PPP dianggap tidak dianggap lagi membawa aspirasi NU, maka NU tidak kemana-mana.

Karena itu langkah NU harus kembali kepada khittahnya, dan tantangan ke depan lebih kompleks lagi.

Adanya globalisasi, kemajuan teknologi informasi, maka NU harus menyiapkan langkah antisipasi dengan SDM untuk menghadapi hal tersebut.

Cukup banyak kader NU berlatar pendidikan luar negeri. Karenanya potensi umat dengan SDM unggul bisa menjadi kekuatan NU.

“Tugas kita semua mengubah potensi yang dimiliki untuk menjadi kekuatan untuk disumbangkan kepada bangsa negara dan kepada dunia, ” kata Wapres. (Uli)