Wakil Presdir BCA Armand Hartono, Pengusaha yang Lakban Sepatu

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 29 April 2022

Indolinear.com, Jakarta – Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Bank swasta ini memiliki puluhan juta nasabah di tanah air.

Belum lama ini sosok Wakil Presiden Direktur BCA Armand Hartono ramai menjadi sorotan. Pasalnya sebagai seorang petinggi bank besar di Indonesia, ia justru memilih melakban sepatu jebol yang dipakainya.

Walaupun mudah bagi anak konglomerat Robert Budi Hartono itu membeli sepatu baru, tetapi hal itu tidak dilakukannya. Banyak orang penasaran dengan sisi sederhana di kehidupannya, dilansir dari Merdeka.com (27/04/2022).

Berikut ulasan selengkapnya.

Sepatu Rusak

Baru-baru ini, Armand Hartono bercerita mengenai kesederhanaan yang diterapkan dalam hidupnya. Hal itu diungkapkan dalam video perbincangannya dengan Hermanto Tanoko.

Menjadi seorang pengusaha besar, tak membuat Armand Hartono menjalani kebiasaan hidup mewah. Bahkan rentetan gaya hidup minimalis diterapkan dalam kesehariannya, seperti melakban sepatu yang sudah rusak.

“Ramah, rendah hati, dan juga kalau makan masih di kantin karyawan dan kalau tidur pun AC saya dengarnya juga dimatiin Pak ya supaya irit. Nah ini yang terakhir ini sempat viral waktu Pak Armand melakban sepatunya yang rusak. Nah ini luar biasa sekali,” kata Hermanto Tanoko.

“Saya sih begini nggak mikir ya Pak. Itu ya otomatis ya kalau ada sepatu rusak ya dilakban aja ya. Ya lagi jalan-jalan, mungkin itu dulu kebanyakan nonton McGyever di waktu kecil,” jawab Armand Hartono.

Hidup Normal

Ketika kecil Armand Hartono pun hidup selaknya anak-anak pada umumnya. Walau ia adalah anak bos perusahaan Djarum, keinginannya tak melulu bisa didapatkannya.

“Buat saya sih hidupnya normal (keinginan tak selalu terpenuhi). Ya bagi saya normal ya seperti itu,” jelas Armand Hartono.

“Sudah sehari-hari hidup enak, bisa makan enak, dimasakin oleh ibu. Tapi ya kalau apa yang kita inginkan selalu dapat aneh ya itu bukan dunia nyata ya. Dan apa yang kita inginkan juga belum tentu benar,” tambahnya.

Etika Keluarga

Armand Harotono pun mengakui bahwa orang tuanya sangat berperan besar dalam prosesnya menuju dewasa. Banyak orang berpendapat bahwa didikan orang tuanya sangat disiplin, tapi ia menganggap itu adalah hal yang lumrah.

“Bagi saya normal tapi bagi orang lain katanya disiplin sekali. Jadi mungkin relatif ya kalau saya ditanya disiplin nggak ya, bagi saya sih normal ya,” ucapnya.

“Kalau janji harus tepat waktu, makan misalnya jam 6 ya sudah harus ada, apa sudah harus siap, apa harus rapi, harus bersih. Semua itu bagi saya normal gitu. Etika-etika sehari-hari gitu karena sudah dijalankan di keluarga contohnya seperti itu semua,” pungkasnya. (Uli)