Wakil Gubernur Jawa Barat Janji Perbaiki Jalan Serang-Cibarusah

FOTO: radarbekasi.id/indolinear.com
Rabu, 17 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum melakukan kunjuangan kerjanya (kunker) ke Kabupaten Bekasi, sekaligus meninjau Jalan Serang-Cibarusah yang sering dikeluhkan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Uu menyampaikan, pelebaran Jalan Cikarang-Cibarusah itu baru akan dianggarkan pada 2022 mendatang.

“Tahun ini, jalan yang menghubungkan Kabupaten Bekasi dengan Kabupaten Bogor via Jonggol itu, hanya akan diperbaiki dengan menggunakan anggaran pemeliharan,” tuturnya.

Kata dia, perbaikan minor itu hanya berupa penambalan titik-titik lubang di sepanjang jalan dengan anggaran sebesar Rp 60 juta per kilometer. Padahal kondisi di lapangan, jalan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu tergolong rusak parah.

“Untuk perbaikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat 2021 sebesar Rp 60 juta per kilometer, ini rutin kami lakukan. Tahun ini tinggal menunggu action, dalam seminggu hingga dua minggu ke depan, sudah ada perbaikan untuk menambal titik jalan yang berlobang,” beber Uu usai meninjau kondisi Jalan Cikarang-Cibarusah, di Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dilansir dari Radarbekasi.id (16/02/2021).

Selain perbaikan minor, lanjut Uu, pihaknya akan mengalokasikan perbaikan untuk skala besar, dengan anggaran Rp 10 miliar. Perbaikan itu berupa betonisasi sejumlah titik yang tidak bisa diperbaiki melalui anggaran pemeliharaan.

Namun, alokasi itu tidak serta merta dapat terealisasi, karena harus melalui pergeseran anggaran dan persetujuan gubernur.

“Perbaikan pada titik-titik jalan ini tidak bisa hanya menggunakan anggaran perawatan saja. Sebab, harus ada tambal beton dan perbaikanjuga. Anggaran Rp10 miliar dialokasikan untuk anggaran pergeseran, dan itu direalisasikan tahun ini juga. Namun harus melalui izin Pak Gubernur,” terang Uu.

Seperti diketahui, Jalan Cikarang-Cibarusah, merupakan jalur alternatif Bekasi-Bogor via Jonggol sekaligus jalur utama menuju sejumlah kawasan industri. Praktis, pada jam-jam sibuk, kemacetan di jalur ini pun tidak dapat terhindarkan.

Pengendara bermotor, baik roda dua atau empat, harus berebut jalan dengan kendaraan berat yang menuju kawasan industri. Tidak hanya tingginya volume kendaraan, kemacetan pun disebabkan kondisi jalan yang rusak.

Di sejumlah titik, beton yang melapisi jalan sudah retak, bahkan hancur, sehingga menyisakan lubang hampir sebesar kolam ikan. Kondisi jalan ini pun membuat pengendara harus mengurangi kecepatan untuk menghindari lubang.

Di sisi lain, rencana perluasan jalan pun tak kunjung terealisasi, walaupun telah diwacanakan sejak 2017 lalu. Uu mengklaim, Pemprov Jabar sebenarnya sudah tiga kali menganggarkan untuk pelebaran jalan tersebut.

Hanya saja, ia beralasan, pembebasan lahan oleh Pemkab Bekasi, tak kunjung selesai, sehingga jalan belum dapat dilebarkan.

“Kami sudah tiga kali menganggarkan untuk pelebaran Jalan Cikarang-Cibarusah. Akan tetapi tidak terserap, karena proses pembebasan lahan-nya belum juga selesai,” tuturnya.

Berdasarkan hasil pembahasan dengan Pemkab dan DPRD Kabupaten Bekasi, untuk lahan telah berhasil dibebaskan. Rencananya, jalan akan dilebarkan hingga menjadi 21 meter untuk dua jalur. Namun, pembangunan jalan belum bisa dikerjakan, sebab anggaran baru akan diajukan tahun 2022.

“Jalan ini akan dibesarkan, dirijit, ditembok, dibeton setebal 27 sentimeter. Harus segera diusulkan, agar pembangunan-nya juga bisa dilaksanakan. Insya Allah awal tahun depan, sudah bisa dimulai,” tandas Uu.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir mengaku, pembebasan lahan yang sempat terkendala, kini telah selesai. Totalnya ada 200 bidang tanah yang dibebaskan, dengan panjang mencapai dau kilometer.

Dengan rampungnya pembebasan lahan, Chaidir berharap, Pemprov Jabar segera membangun jalan tersebut, sehingga dapat mengatasi kemacetan yang kerap terjadi.

“Kami berharap agar dapat segera dibangun jalan-nya, sebab lahan-nya sudah kami sediakan,” ucap Chaidir.

Pihaknya juga meminta agar tidak hanya sebatas pelebaran Jalan Cikarang-Cibarusah, tapi juga untuk utilitas seperti jaringan PLN, pipa PDAM yang menjadi kewenangan Pemprov Jabar, harus dibenahi,” imbuhnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: