Waket MPR Hidayat Nur Wahid Menerima Kunjungan Mufti Rusia

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 18 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA., menerima kunjungan Ketua Majelis Spiritual Muslim (Mufti) Rusia Albir Krganov beserta delegasinya. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan MPR, Gedung Nusantara III lantai 9 Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (15/6/2022). Ikut hadir pada pertemuan tersebut Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid maupun Head of the Spiritual Assembly of Muslim of Russia, membahas peran diplomasi untuk peningkatan hubungan antara kedua negara. Juga hubungan antara umat Islam, negara. Dibahas juga perkembangan demokrasi baik di Indonesia maupun Rusia.

Pada kesempatan itu Albir Krganov mengingatkan kembali hubungan erat antara Indonesia dan Rusia yang sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak Rusia masih bernama Uni Soviet.

Saat itu Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno sempat mengunjungi Uni Sovet. Waktu itu Bung Karno menemukan dan melaksanakan salat di Masjid Saint Petersburg, salah satu rumah ibadah umat Islam terbesar dan terindah yang ada di Rusia.

Peristiwa tersebut menurut Albir Krganov membuat hubungan Indonesia dengan Rusia sangat erat. Bahkan, umat Islam Rusia sangat menghormati Indonesia. Mereka selalu mengelu-elukan bangsa Indonesia, dan menganggapnya sebagai saudara.

Di Rusia, kata Albir Krganov saat ini terdapat lebih dari 20 juta penduduk beragama Islam, 8000 masjid, 150 pesantren/madrasah dan lembaga Pendidikan menengah Islam serta 20 perguruan tinggi Islam. Dan disetiap masjid didirikan sekolah untuk anak-anak. Sehingga struktur Pendidikan Islam di Rusia sudah terhubung antara Pendidikan Islam terendah hingga tertinggi.

“Kami di Rusia juga memiliki UU yang membahas soal-soal agama hingga ribuan jumlahnya. Di Rusia, orang dilarang menghina umat beragama. Di Rusia juga ada larangan menghina kitab suci agama. Selain itu hubungan antar umat beragama di Rusia sangat baik. Bahkan Presiden Putin, sekalipun seorang non muslim tapi menghormati Umat Islam dan sering membaca dan menukil Al Quran,” kata Albir Krganov menambahkan.

Albir Krganov berharap kunjungannya ke Indonesia kali ini berharap bisa makin mempererat hubungan antar kedua negara dan lembaga-lembaga parlemen dan publik. Juga meningkatkan kerjasama, antar negara, parlemen, masyarakat juga umat Islam Rusia maupun Indonesia.

“Di Rusia terdapat banyak penelitian Islam menyangkut Pendidikan, budaya, bahkan aspek sosial. Semua itu bisa dikerjasamakan dengan Indonesia,” kata Albir Krganov menambahkan, dilansir dari Tribunnews.com (17/06/2022).

Menjawab berbagai tanya dan harapan yang diajukan Mufti Rusia, itu Hidayat Nur Wahid mengemukakan, pihaknya sepakat tentang pentingnya penguatan diplomasi baik antar negara, parlemen maupun lembaga-lembaga kemasyarakata lainnya, dan menerima dengan antusias ajakan untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama antar kedua negara dan bangsa.

Apalagi selama ini Indonesia mengedepankan pentingnya penguatan hubungan dengan banyak teman, dan melakukan diplomasi untuk kemanfaatan antar semua sahabat, dan karena mayoritas WNI beragama Islam, tentunya juga penguatan hubungan dan kerjasama dengan umat Islam di dunia, termasuk di Rusia.

Karena itu Hidayat Nur Wahid yang biasa disapa HNW berharap kunjungan tersebut bukanlah yang terakhir. Tetapi akan diikuti kunjungan berikutnya, termasuk untuk melihat langsung peninggalan di Indonesia yang menyimpan bukti eratnya hubungan antara Indonesia dan Rusia, serta potensi-potensi ekonomi dan pariwisata serta penguatan diplomasi Parlemen. Juga untuk mengunjungi tempat-tempat wisata maupun bersejarah bagi Umat Islam di Indonesia.

“Di Indonesia, agama yang mayoritas dipeluk warga negara adalah Islam. Dan karena itu demokrasi di Indonesia bisa berjalan dan berkembang dengan baik. Tokoh-tokoh agama Islam diterima dan bekerjasama dengan baik dengan tokoh-tokoh Bangsa dan tokoh-tokoh agama lainnya. Sedangkan Umat Islam sendiri sudah berperan banyak bagi bangsa Indonesia sejak jaman sebelum kemerdekaan hingga setelah kemerdekaan seperti sekarang,” kata HNW lagi.

Pada kesempatan pertemuan yang sangat akrab tersebut HNW menyampaikan usulan untuk memperoleh salinan UU menyangkut kehidupan umat beragama yang berlaku di Rusia sebagaimana disebutkan oleh Mufti Rusia.

Nantinya, UU tersebut diharapkan bisa dirujuk dalam rangka pembuatan RUU Perlindungan Tokoh dan Simbol-simbol Agama, yang saat ini sedang diajukan oleh FPKS (fraksinya HNW) di DPR RI dan sudah masuk pada Prolegnas prioritas. Dan Pihak Mufti Rusia dan Dubes Rusia di Indonesia menyambut baik dan akan memenuhi permintaan HNW tersebut. (Uli)

loading...