Wajah Baru Suzuki Carry Eeco Setelah 11 Tahun Tak Berubah

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 5 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Suzuki Carry Eeco tidak pernah mendapatkan pembaruan sejak dikenalkan pada 2010. Setelah 11 tahun berlalu, Maruti Suzuki India pun meluncurkan model terbaru Suzuki Carry Eeco.

Suzuki Eeco model terbaru akan masuk dapur produksi pada akhir Juli 2022 dan akan meluncur di pasar domestik India pada Oktober-November 2022, menurut laporan Economic Times. Suzuki India belum menyegarkan tampilan Eeco karena mobil di segmen komersial dan penumpang itu mampu memberikan penjualan yang stabil, rata-rata 9.000 unit per bulan.

Suzuki Eeco yang juga dikenal dengan nama Suzuki Carry atau Suzuki Every di Indonesia, menggunakan sasis tangga, pintu geser, mesin irit bensin yang menyalurkan tenaga ke penggerak roda belakang, dilansir dari Liputan6.com (03/06/2022).

Meski ukurannya mungil untuk sebuah van, namun mobil itu mampu memuat 7 penumpang dan barang sehingga dianggap cocok untuk berbagai kebutuhan keluarga kelas menengah ke bawah. Kendati demikian, mobil itu dianggap minim fitur dan pengembangan.

Untuk itu, Suzuki akan menyematkan sejumlah pembaruan pada Eeco terbaru antara lain power steering, Digital Meter Cluster, serta AC dengan heater, guna menyasar pasar ekspor. Suzuki Eeco terbaru kemungkinan akan tetap menggunakan mesin lama yakni 1.200cc multipoint fuel injection system dengan opsi CNG atau bahan bakar gas untuk pasar domestik India.

Mengenal Suzuki Smart Hybrid

Smart Hybrid Vehicle System (SHVS) milik Suzuki sudah diperkenalkan ke masyarakat pada saat IIMS 2022 Hybrid beberapa waktu lalu. Teknologi ini merupakan jawaban dari isu elektrifikasi pada kendaraan.

Dari sanalah mereka melakukan riset dan pengembangan dalam merancang sistem Smart Hybrid Vehicle System (SHVS). Teknologi ini telah diperkenalkan di tanah air secara intensif belakangan ini.

Menurut Donny Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Suzuki terus fokus dan konsisten mengembangkan teknologi baru yang ramah lingkungan serta dapat mengoptimalkan tingkat efisiensi mesin dengan tujuan mengurangi penggunaan bahan bakar serta emisi gas buang CO 2 .

Dengan teknologi Suzuki Smart Hybrid juga menandakan langkah awal Suzuki di Indonesia untuk membantu pemerintah mewujudkan target netralitas karbon pada tahun 2060.

“Kami mengembangkan teknologi Suzuki Smart Hybrid ini berdasarkan riset internal yang kami lakukan. Suzuki Smart Hybrid disesuaikan dengan pangsa pasar dan tren otomotif untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan advanced technology yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” terang Donny.

Efisiensi Kendaraan

Teknologi Suzuki Smart Hybrid diklaim mampu mengoptimalkan efisiensi kendaraan dengan mengandalkan 2 komponen utama sebagai pendamping mesin pembakaran internal. Kedua komponen tersebut yaitu Integrated Stater Generator (ISG) dan Lithium-Ion Battery.

Secara bersamaan dengan mesin pembakaran internal, penyematan teknologi Suzuki Smart Hybrid akan menambah keunggulan fitur lain seperti Auto Start-Stop, restart yang halus dan senyap setelah auto start-stop aktif, bantuan tenaga untuk akselerasi yang lebih responsif, serta kemudahan regenerasi daya baterai selama pengurangan laju kendaraan.

Prinsip mekanisme kerja dari Suzuki Smart Hybrid untuk mencapai efisiensi sangat praktis bagi pengendara. Ketika pengendara melakukan akselerasi, komponen ISG akan memberikan bantuan tenaga kepada mesin bila dibutuhkan untuk meringankan beban pada putaran mesin sehingga pengendara bisa memperoleh tenaga yang diperlukan secara lebih cepat.

Saat pengendara harus melakukan perlambatan kecepatan menggunakan rem, fungsi ISG akan mengubah energi kinetik menjadi energi listrik yang kemudian akan disimpan dalam Lithium-Ion Battery.

Suzuki Smart Hybrid

Kondisi mobil yang telah berhenti akan mengaktifkan fitur Auto Start-Stop sehingga mesin mobil akan mati secara otomatis untuk menghemat konsumsi bahan bakar, dan dalam saat yang sama seluruh komponen elektrikal yang berada di dalam kabin seperti head unit, instrument cluster, Multi Information Display, power window dan lampu kabin akan tetap berfungsi berkat pasokan listrik dari Lithium-Ion Battery 6Ah.

Sementara AC dan lampu eksterior juga tetap aktif lewat pasokan listrik dari Lead Acid Battery 55Ah sehingga pengendara dan penumpang pun akan tetap merasa nyaman.

Peran ISG akan kembali bekerja secara halus untuk menyalakan mesin dengan otomatis ketika pengendara melepaskan injakan kaki di pedal rem (untuk mobil bertransmisi otomatis) atau pedal kopling (untuk mobil bertransmisi manual) sehingga mobil dapat kembali digunakan untuk berakselerasi.

“Saat ini industri otomotif sudah memasuki era elektrifikasi. Oleh karena itu, Suzuki mengenalkan teknologi elektrifikasi Suzuki Smart Hybrid yang lebih modern, efisien, kompak, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Suzuki Smart Hybrid adalah teknologi yang kami yakini bisa diserap dengan baik oleh pasar,” pungkas Donny. (Uli)

loading...