Wagub Jabar Bakal Tindak Perusahaan Bandel Yang Membuang Limbah Ke Kali

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 6 November 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berjanji akan melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan yang membuang limbah di aliran sungai.

Untuk itu Uu meminta agar warga melaporkan jika menemukan kasus tersebut.

“Tentu kita akan tindak jika tidak melaksanakan rekomendasi kami pasti kami akan tutup. Kami tegas dan pemerintah pun juga harus tegas,” kata Uu ditemui kemarin, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (05/11/2021).

Dikatakan Uu, ada beberapa perusahaan yang sudah dilakukan sidak terutama perusahaan yang membuang limbah di Kali Bekasi, Cilamaya Karawang hingga Subang.

Dari sidak-sidak tersebut diakuinya ada limbah sebelum dijernihkan dibuang ke kali.

“Ada beberapa yang sudah kami tindak lanjuti ke kita. Dan sudah ada beberapa pabrik di wilayah tersebut di tutup seperti di Karawang Subang dan saya sendiri yang datang dan menutup,” katanya.

Menurut Uu peran masyarakat juga sangat penting, sebab pengawasan kali juga tidak hanya dibebankan oleh pemerintah semata, melainkan juga peran dari masyarakat sekitar.

Untuk itu Uu mengajak sama-sama untuk melakukan pengawasan.

“Makannya saya minta laporan dari masyarakat misalnya kalo masih ada yang Buang limbah ke situ laporan ke kami,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar di media sosial foto yang memperlihatkan penampakan kali yang penuh busa.

Busa yang diduga muncul akibat limbah tersebut penuh hingga tampak seperti awan yang berarak.

Berdasarkan penelusuran, peristiwa yang viral di Facebook itu terjadi di Kali Rasmi, Kampung Pelaukan, Desa Karangsetia, Kecamatan Karangbahagia.

Tumpukan busa itu muncul pada Selasa (02/11/2021) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

“Itu kejadian pas saya mau mancing. Jam setengah 6 pagi sampai jam 8 masih banyak busanya,” kata seorang warga Indra Lesmana saat dikonfirmasi.

Menurut Indra, aliran Kali Rasmi sebelumnya memang sudah berbusa. Namun baru kali ini busa terlihat menumpuk dan bergerak bak awan berarak di atas aliran kali.

“Kalau berbusa banyak itu baru tadi pagi,” tuturnya.

Selain berbusa, air juga terlihat hitam dan berbau.

Bahkan, air kali yang menjadi sumber irigasi tersebut juga membuat kulit warga mengalami gatal-gatal.

“Airnya hitam, kayak ada bercak-bercak minyaknya dan berbau. Gatal juga karena saya pernah turun sewaktu ngangkat pancingan nyangkut,” tuturnya.  (Uli)