Wagub Andika Ungkap Rendahnya Angka Partisipasi Sekolah di Banten

radarbantencoid/indolinear.com
Jumat, 25 Agustus 2017
loading...

Indolinear.com, Serang – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan angka partisipasi sekolah untuk anak-anak di Provinsi Banten masih rendah. Hal ini diungkapkannya dalam acara peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Curug, Kota Serang.

“Data BPS, angka partisipasi sekolah anak masih rendah, sedangkan wajib belajar 12 tahun harus kita penuhi. Yang paling rendah di Lebak, rata-rata hanya sampai SD,” ujar Andika.

Karena itu, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten, menurut Andika, salah satu program prioritasnya adalah peningkatan kualitas pendidikan di Banten. “Kami ingin anak-anak di Banten bisa sekolah dan kualitas pendidikan semakin tinggi,” kata Andika.

Dalam kesempatan tersebut, Andika pun mengajak kepada orangtua untuk ikut serta memperhatikan pendidikan anak serta tumbuh kembang anak-anak di Banten. Karena,  menurutnya, orangtua memiliki peranan penting dalam menentukan tumbuh kembang anak.

“Kita perlu bersama-sama memperhatikan tumbuh kembang anak-anak Banten sebagai generasi penerus bangsa. Anak Banten merupakan masa depan Banten,” ujar Andika.

Selain soal pendidikan dan tumbuh kembang anak, dalam kesempatan tersebut Andika mengingatkan kepada orangtua terkait hak bermain anak-anak. Andika menilai, bermain merupakan salah satu wahana pembelajaran bagi anak-anak.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AK2B) Provinsi Banten Siti Maani Nina mengungkapkan, dunia anak merupakan dunia bermain. Melalui bermain itu juga anak-anak belajar.

Dalam bermain, selain bersenang-senang, anak-anak pun mempelajari banyak hal, belajar bersosialisasi, belajar kebersamaan, gotong royong, dan lain-lain. “Dulu, main karet kita bersama, permainan lain juga bersama-sama, mengaji bersama-sama,” ujar Nina.

Dalam permainan tradisional banyak nilai-nilai sosial yang dipelajari anak-anak, karena itu  permainan tradisional perlu dilestarikan secara bersama. (Gie)