Vonis Bebas Hukuman Mati James Holmes, Pelaku Penembakan Di Pemutaran Perdana Film Batman

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 8 September 2021
loading...

Indolinear.com, Colorado – Majelis juri AS hari ini enam tahun yang lalu menggoreskan sejarah dalam mengambil keputusan perihal hukuman mati terhadap James Holmes, pelaku penembakan teater bioskop Aurora di Colorado, AS. Upaya tersebut mengakhiri pertimbangan pada Jumat, 7 Agustus 2015, setelah salah satu juri kekeh atas hukuman mati.

Dikutip dari Liputan6.com (06/09/2021), anggota tim juri tersebut mengatakan Holmes akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Lantaran terdakwa terbukti melakukan aksi penembakan saat pemutaran perdana Batman: The Dark Knight Rises pada 20 Juli 2012 lalu.

Diketahui bahwa juri yang melakukan penolakan adalah “Juri 17”, yang tetap bertahan di tempat padahal majelis sudah mengakhiri sidang perkara. Adalagi dua orang juri yang bersikeras membela putusan hakim soal hukuman mati.

Juri menolak argumen dari pengacara pembela Holmes. Menilai terdakwa tidak bisa diampuni lagi atas perbuatan gilanya. Dirinya tak bisa lagi berkutik, sudah pasti bersalah atas 24 tuduhan pembunuhan yang dilontarkan padanya.

Pengacara Holmes terus berdebat ia merasa putusan ini tidak adil. Menurutnya bagaimana bisa mengeksekusi seorang pria yang menderita penyakit mental.

Mengetahui hal tersebut, Juri 17 luluh dan menolak memberikan suara untuk menjatuhkan hukuman mati pada Holmes.

Terdakwa Miliki Penyakit Mental

Di samping itu, Jaksa Wilayah George Brauchler sungguh berat hati ketika vonis dibacakan. Dia meminta maaf kepada keluarga para korban. Namun, beberapa kerabat mengatakan pada konferensi pers bahwa dia sudah melakukan yang terbaik dan mereka mengapresiasi atas putusannya.

“Saya berpikir kematian adalah keadilan atas apa yang dilakukan orang itu. Sayang, peraturan mengatakan sebaliknya. Saya menghormati itu, dan saya akan menghormati hasilnya,” pasrah George.

Juri 17 mengatakan kepada juri lainnya untuk mencoba mencapai keputusan bulat. Juri memiliki lebih sedikit instruksi daripada keputusan sebelumnya. Ini meninggalkan masalah lebih pada nilai dan moral pribadi juri.

Jumat pagi, juri lain meminta untuk melihat video dari TKP. Juri 17 berharap ini bisa mempengaruhi juri lain untuk menentang hukuman mati.

Juri 17 mengatakan beberapa gambar yang ditampilkan selama masa percobaan selama berbulan-bulan akan sulit untuk dilupakan. Sidang berlangsung selama 65 hari. Putusan perkara melibatkan lebih dari 300 saksi dan ribuan alat bukti.

Sejujurnya, juri 17 mengatakan bahwa secara emosional ini perkara yang sangat sulit.

“Saya merasa bahwa kami benar-benar benar-benar melakukan yang terbaik terhadap hasil sidang” kata juri 17.

Hukuman resmi akan dimulai pada 24 Agustus. (Uli)