Vladimir Putin Resmi Sampaikan Ucapan Selamat Ke Joe Biden

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 16 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Moskow- Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi telah memberi selamat kepada Joe Biden, atas kemenangannya pada Pemilihan Presiden AS 3 November 2020.

Kemenangan Biden bisa dipastikan setelah kandidat Partai Demokrat itu merebut mayoritas suara Electoral College per Senin (14/12/2020) waktu Washington.

Putin berharap Biden memiliki masa jabatan yang sukses dan mengatakan dia secara pribadi siap untuk kerja sama dan saling berkomunikasi.

Pesan Presiden Rusia dikutip dari Tribunnews.com (15/12/2020). Selanjutnya ia mengatakan meskipun ada perbedaan, AS dan Rusia dapat membantu menyelesaikan banyak masalah dunia.

Keputusan Moskow menghindari perselisihan di AS atas hasil Pilpres 2020 kontras dengan reaksi banyak pemerintah lain yang sudah mengakui kemenangan Biden sejak awal.

Rusia mengatakan mereka menunggu waktu yang tepat dan hasil resmi, yaitu mengacu penetapan hasil pemungutan Electoral College semua negara bagian di Kongres.

“Presiden saat ini telah mengumumkan prosedur hukum tertentu. Inilah yang membuat situasinya berbeda. Karena itu, kami yakin menunggu hasil resmi pemilu diumumkan,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov beberapa saat setelah hasil hitung cepat Pilpres AS diketahui.

Selama empat tahun Rusia dituduh banyak tokoh masyarakat di AS, terutama kalangan Demokrat, ikut campur dalam Pilpres AS 2016, yang memenangkan Donald Trump.

Moskow membantah tuduhan itu, dan mengatakan isu itu digunakan sebagai kambing hitam dalam perselisihan politik domestik AS.

Siap Memimpin Semua Kelompok Masyarakat Amerika

Setelah pengumunan Electoral College, Presiden terpilih AS, Joe Biden, mengatakan dia akan memerintah untuk semua orang Amerika.

Tekad itu disampaikan Biden selama pidato dari kampung halamannya di Wilmington, Delaware, Selasa (15/12/2020) pagi WIB.

Dia mencapai kemenangan yang signifikan melawan petahana Donald Trump, yang terus menuduh kecurangan pemilu, yang menurut Biden klaim itu tak berdasar.

“Di Amerika, politisi tidak mengambil alih kekuasaan orang memberikan suara kepada mereka. Api demokrasi telah menyala di negara ini sejak lama,” kata Biden.

“Kami sekarang tahu tidak ada, bahkan pandemi, atau penyalahgunaan kekuasaan,  yang dapat memadamkan api itu,” lanjut Biden seraya menambahkan Trump menolak menerima kehendak rakyat.

Meski mengecam Trump untuk sikapnya, Biden menyerukan solidaritas  dan menurunkan suhu di negara itu setelah pemilihan presiden yang sengit.

“Sekarang saatnya membalik halaman, seperti yang telah kita lakukan sepanjang sejarah kita. Untuk bersatu. Untuk menyembuhkan,” kata Biden yang beberapa kali menghentikan pidato dan minum.

Hasil pemungutan suara 49 negara bagian AS dan District of Columbia telah terkumpul Senin (14/12/2020), dan Joe Biden telah melewati ambang batas 270 suara elektoral.

Hasil itu membuat Biden dan pasangannya, Kamala Harris tidak terbendung lagi, walau Donald Trump masih menggunakan segala cara untuk menolak kemenangan Biden.

Negara bagian Kalifornia adalah bagian terakhir yang dihitung, dan ada 55 suara elektoral diberikan ke Biden-Harris.

Total di 49 negara bagian, Biden mendapatkan 302 suara elektoral, dan calon Partai Republik, Donald Trump, menerima 232 suara.

Belakangan, negara bagian Hawaii menyelesaikan pemungutan suara Electoral College, menyerahkan empat poin terakhir kepada Biden. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: