Viral Pemuda Batak Lulus Jadi Perwira US Army

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 19 Januari 2020

Indolinear.com, AS – Seorang pemuda berasal dari tanah Batak tengah viral di media sosoal.

Pria tersebut bernama Philip Situmorang.

Dia viral lantaran baru saja lulus sebagai perwira militer Amerika Serikat atau US Army.

Sang ayah, Batara Situmorang pun langsung memberikan ucapan selamat kepada Philip melalui media sosial Facebook.

Berikut ucapan kebahagiaan sang ayah yang dilansir dari Tribunnews.com (18/01/2020).

“Selamat untuk anakku Philip Situmorang, akhirnya pendidikanmu selesai juga di US Army.

Mohon maaf bapak nggak bisa hadir di wisudamu.

Saya tau perjuanganmu sangat berat selama pendidikan.

Latihan fisik di udara yang sangat dingin Desember lalu sungguh luar biasa berat

Tapi puji Tuhan, Tuhan sangat baik.

Dia yang memberi kekuatan dan kemampuan, sehingga hari ini kau bisa menyelesaikan pendidikanmu dengan baik amang.

Karena itu terus andalkan Tuhan dalam hidupmu.

Bapak hanya bisa berdoa untuk yang terbaik untuk masa depanmu amang.

Hidup ini berat, karena itu harus menguatkan hati dan senantiasa bersandar pada pertolongan Tuhan.

Terima kasih kepada Tuhan yang telah menolongmu nak.

Sekali lagi, selamat ya amang. TYM.”

Demikian postingan sang ayah, Batara Situmorang, Jumat (17/1/2020).

Batara Situmorang menceritakan kisah perjuangan anaknya.

Kisah ini berawal saat Philip Situmorang ikut adik perempuanya ke Amerika Serikat untuk bersekolah.

“Anak saya ke AS waktu SMA atau setelah tamat SMP dari Jakarta.”

“Kebetulan di Amerika ada namborunya (adik bapaknya). Jadi ikut namborunya di sana (AS),” terang Batara.

Lulus sekolah di Amerika Serikat, Philip Situmorang mencoba mendaftar di US Army untuk mendapat beasiswa.

“Ketika dia mulai masuk kuliah, dia ikut tes masuk militer, karena supaya dia bisa dapat beasiswa untuk kuliahnya.”

“Waktu itu dia masuk pake ijazah SMA. Dia diterima dan masuk pendidikan selama 6 bulan.”

“Dia Lulus dengan predikat terbaik,” tutur Batara.

setelah beberapa bulan bekerja di US Army, dia dikirim ke medan perang selama setahun di Afganistan.

Philip Situmorang sudah memegang green card saat melamar ke US Army.

“Enam bulan setelah itu, diangkat jadi warga negara Amerika. Karena untuk masuk di US Army harus warga negara Amerika,” lanjut dia.

Setahun tugas di Afganistan, Philip Situmorang kembali lagi ke Amerika.

Sambil bekerja di US Army dia melanjutkan lagi kuliah di Temple University, jurusan Actuarial Science.

Lulus dari universitas, dia melamar dan bekerja di sebuah perusahaan reasuransi di Philadelphia, USA.

“Beberapa tahun lalu, kebetulan cabang baru perusahaan mereka yang ada di Jakarta butuh tenaga.”

“Dia mengajukan lamaran supaya bisa kerja di Jakarta.”

“Hal itu karena ingin kembali kumpul dengan keluarga setelah 12 tahun di Amerika,” ujar Batara.

Waktu itu perusahaan mengizinkan Philip Situmorang karena masih punya KTP, meski sudah warga negara Amerika.

“Maksudnya, kalau masih punya KTP, perusahaan tidak perlu mengurus visa kerja.”

“Jadi anak saya sempat ditempatkan di Jakarta 3 bulan,” sambung Batara.

Setelah mencoba kerja di Jakarta, ada beberapa masalah yang membuat Philip Situmorang tidak nyaman.

Ia mengaku saat itu berstatus sebagai orang Indonesia di perusahaan tersebut.

Akhirnya, Philip Situmorang memutuskan berhenti, tapi perusahaan tak ingin dia keluar.

Perusahaan akhirnya menjanjikan Philip Situmorang mendapat penugasan di kantor cabang Singapura, tapi tetap bisa bekerja di Jakarta.

Singkat cerita, cabang singapura mengurus izin kerja di sana.

Philip Situmorang kemudian berangkat ke singapura dan bekerja di sana sampai dengan 3 bulan.

“Anak saya (Philip) malah dipekerjakannya di Singapura, bukan di Jakarta.”

“Anak saya akhirnya keluar dari perusahaan tersebut dan kembali ke Amerika,” ujarnya.

“Tujuan semula mau kerja di Jakarta, Indonesia, supaya bisa dekat dengan keluarga.”

“Dia sudah sempat keluar dari US Army, dia kembali melamar ke US Army dengan pake ijazah sarjana,” lanjutnya.

Philip Situmorang pun lulus seleksi dan ikut pendidikan tingkat perwira dan diwisuda dengan nilai terbaik.

Batara Situmorang menceritakan putranya itu sudah lebih dari 5 tahun menjadi warga negara Amerika.

Philip Situmorang tinggal bersama bibinya di Amerika.

“Kebetulan adik saya nikah dan menetap di Amerika,” kata Batara Situmorang.

Orangtua Sempat Galau

Batara Situmorang mengaku sempat ada pergumulan di internal keluarga saat Philip Situmorang berniat mengubah kewarganegaraan.

“Saya galau, tapi pertimbangan jaminan sosial di Amerika bagus.”

“Jadi saya merasa tidak masalah selama dia (Philip Situmorang, red) nyaman,” sambungnya.

Philip Situmorang tidak lagi fasih berbahasa Batak.

Ia kelahiran Bandung, Jawa Barat, pada September 1991.

“Tapi mengerti (bahasa Batak), karena dulu opung-nya tinggal di rumah,” jelas Batara Situmorang.

Philip Situmorang aktif di kegiatan gereja.

Di usia sudah lebih 28 tahun, wajar mulai memikirkan pernikahan.

Ia pernah memperkenalkan seorang wanita ke orangtuanya, namun hubungan itu tak berlanjut.

“Pernah dikenalkan, kawannya di gereja yang sekolah kedokteran.”

“Saya juga sudah pernah ngobrol tapi sudah gak berlanjut,” tutur Batara sedikit tertawa. (Uli)

INDOLINEAR.TV