Viral Kisah Pria Akhirnya Diwisuda Setelah 18 Kali Gagal Skripsi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 9 Oktober 2019

Indolinear.com, Jakarta – Kegagalan merupakan awal dari keberhasilan. Kalimat tersebut tentu tidak asing lagi di telinga banyak orang.

Banyak mahasiswa kerap menyematkan kalimat tersebut sebagai penyemangat di kala kesulitan dalam mengerjakan skripsi.

Wisuda merupakan momen yang ditunggu-tunggu bagi setiap mahasiswa.

Setiap mahasiswa pasti ingin segera menyelesaikan kewajibannya dalam belajar.

Berbagai kegagalan pernah mereka alami sebelum akhirnya lulus.

Baru-baru ini seorang pria asal Malaysia mengungkapkan rasa bahagianya setelah diwisuda.

Pria bernama Muhammad Rafiq Izzat Zaidi itu menceritakan perjuangan sebelum diwisuda melalui akun Twitter-nya.

Diketahui, Muhammad Rafiq Izzat Zaidi merupakan mahasiswa jurusan hukum di Universitas Teknologi Mara (UiTM) angkatan 2013.

Dalam cuitannya, ia membeberkan bahwa ia adalah pelajar yang cukup lambat.

Ia juga mengaku pernah gagal lulus dalam mata kuliah tertentu.

“Saya seorang pelajar yang lambat di sekolah hukum. Saya pernah gagal sekitar 2-3 kali untuk lulus mata kuliah tertentu.” Tulisnya, dilansir dari Tribunnews.com (08/10/2019).

Tak sampai di situ saja, ia juga pernah mengalami 18 kali gagal skripsi sebelum akhirnya lulus.

“Tapi semakin saya gagal, semakin dalam subjek terukir di kepala saya meskipun itu menghabiskan biaya selama 11 semester. Saya gagal skripsi 18 kali sampai akhirnya saya lulus.”

Cuitannya itu berhasil menarik perhatian banyak netizen hingga viral di Twiter.

Cuitan tersebut kini mendapatkan retweet lebih dari 6 ribu.

Rafiq menegaskan bahwa ia tidak didiagnosa memiliki kemampuan berpikir yang lambat.

Ia mengungkapkan bahwa ia memiliki kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

Ia membutuhkan waktu cukup lama untuk memahami mata kuliah satu ke matu kuliah lainnya.

Sebelum ia lulus, Rafiq diketahui harus menambah tiga semester lagi agar bisa lulus.

Rafiq membeberkan bahwa ia sempat hampir dikeluarkan (Drop Out) karena gagal di sebuah mata kuliah selama 3 kali.

Beruntungnya, pihak universitas masih memberinya kesempatan kedua.

Rafiq mengaku dirinya sempat terpikir untuk bunuh diri lantaran tekanan yang ia dapatkan.

Namun, ia langsung mengurungkan niatnya tersebut.

“Ada waktu dimana saya berpikir untuk bunuh diri. Saya sedang mengemudi dan ingin menabrakkan mobil saya ke lalu lintas yang berlawanan untuk melepaskan ketegangan.” ujar Rafiq kepada mStar.

“Tapi saya tidak melakukannya karena saya pikir apa gunanya, itu tidak akan menyelesaikan masalah saya,” imbuhnya.

Rafiq mengatakan bahwa ia berhutang kepada orang tua dan dosennya yang telah memberinya kekuatan.

Diketahui, Rafiq telah menyelesaikan studinya awal tahun ini.

Cuitannya itu pun mengundang berbagai macam reaksi dari netizen.

Banyak netizen pun merasa termotivasi untuk selalu berjuang dan tidak pernah menyerah.

“Raja yang inspiratif, kamu sebenarnya adalah salah satu alasan mengapa saya bergegas ingin segera mendapatkan gelar ini. Tidak cukup berterima kasih padamu,” tulis akun @bumm3r_.

“Selamat! Siapa pun kamu, kamu telah memberi saya pelajaran untuk tidak pernah menyerah dan menjadi kuat.” tulis akun @nadd_mahmud. (Uli)

INDOLINEAR.TV