Viral Kisah Pilu Kuli Bangunan Jalan Kaki Dari Aceh-Semarang

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Minggu, 19 Desember 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Dinas Sosial Cianjur menerima satu orang warga Semarang yang terlantar. Dia mengaku bepergian dari Banda Aceh ke Semarang dengan berjalan kaki selama 115 hari dengan jarak kurang lebih 2.500 km.

Dikutip dari Dream.co.id (18/12/2021), hal ini disebabkan oleh dirinya yang menjadi korban mandor. Pria bernama Muhamad Dimas Ramadan ini sudah tinggal di Cianjur, Jawa Barat, dan tinggal selama tiga hari.

Untuk bertahan hidup, dia mengamen dan sempat tinggal di beberapa kota.

Janji Upah Rp150 Ribu

Pria yang dipanggil Dimas itu bekerja menjadi kuli bangunan selama dua bulan lebih di Banda Aceh. Sang mandor menjanjikan upah senilai Rp150 ribu per hari. Mandor itu membawa kabur upah 18 pekerja, termasuk Dimas.

Kebanyakan pekerja berasal dari Banda Aceh dan Dimas pun kebingunan untuk pulang. Di setiap kota, Dimas tinggal selama beberapa hari di pasar atau terminal untuk mengamen.

Perjalanan terberat pun dialami ketika dari Jambi ke Lampung karena harus melewati banyak hutan.

Ketika menyeberang di Bakauheni, dia diberi surat agar bisa gratis naik kapal untuk menyeberang ke Merak, Banten.

Barulah di Cianjur, dia bertemu polisi dan diantar ke Dinas Sosial. Dimas mengaku ingin pulang meskipun ditawari untuk tinggal beberapa hari di rumah singgah Cianjur.

Semoga Diganti dengan Rezeki yang Lebih Baik

Cerita Dimas ini mengundang simpati dari warganet. Mereka mendoakan Dimas mendapatkan rezeki yang lebih baik.

“ Gue yang nyesek bacanya. Semoga diganti rezekinya yang lebih banyak dan dapat kerjaan lagi yang lebih baik. Aamiin,” tulis @feby_fahira21.

“ Semoga digantikan rezeki yang jauh lebih berkah dan banyak. Aamiin,” tulis @erwinhiskandar.

“ Mandor emang meresahkan. Kalau nggak uang kuli disikat, uang bosnya yang disikat,” tulis @danangenoy. (Uli)