Vikram Chandrayaan-2, Pesawat Antariksa Dari India Yang Hilang Kontak

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 15 September 2019

Indolinear.com, India – India telah lama mengukuhkan diri sebagai negara selanjutnya yang mampu mendarat di Bulan. Negeri Hindustan pun telah meluncurkan misi eksplorasi Bulan yang diberi nama Chandrayaan-2

Namun dari laporan terbaru, impian India tersebut dapat saja kandas. Alasannya, lander Chandrayaan-2, yakni Vikram, dilaporkan telah kehilangan kontak dengan kru darat saat berada di permukaan Bulan.

Dikutip dari Merdeka.com (14/09/2019), badan antariksa India saat ini sedang mengolah data yang sudah tersedia terlebih dulu.

Indian Space Research Organisation (ISRO) sendiri menyebut Chandrayaan-2 saat ini masih berada di dalam orbit Bulan.

Perlu diketahui, Vikram merupakan lander atau kendaran ruang angkasa yang ditujukan untuk lebih dulu mendarat ke permukaan Bulan. Setelah Vikram mendarat, nantinya dilanjutkan dengan robot jelajah (rover) Pragyaan.

Untuk sekarang, belum dapat dipastikan seperti apa kelanjutan dari misi ini. Terlebih, ISRO mengaku pihaknya masih harus mengumpulkan dan menganalisis data dari Vikram terlebih dulu.

Sekadar informasi, Vikram dijadwalkan menginjakkan kakinya di Bulan pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 01.00 waktu India atau 02.00 WIB. Namun saat berada di ketinggian 2,1 km dari permukaan Bulan, lander itu kehilangan kontak.

Informasi Soal Vikram

Rencananya, Vikram, yang namanya diambil dari Bapak Program Penelitian Ruang Angkasa India Dr Vikram A. Sarabhai, akan mendarat di dataran tinggi yang berada di antara dua kawah pada garis lintang sekitar 70 derajat selatan Bulan.

Berdasarkan laporan India Today, Vikram membawa tiga muatan ilmiah untuk melakukan eksperimen sains di permukaan dan bawah permukaan Bulan.

Detik-detik sebelum mendarat (touchdown), Indian Space Research Organisation (ISRO) merilis video untuk menjelaskan bagaimana mesin tersebut akan mendarat.

Badan antariksa pemerintah India ini menyampaikan, Vikram sudah dilengkapi dengan tiga kamera, yakni Lander Position Detection Camera (LPDC), Lander Horizontal Velocity Camera (LHVC) dan Lander Hazardous Detection and Avoidance Camera (LHDAC).

Selain itu, ada pula dua KA Band Altimeter-1, sebuah KA Band Altimeter-2, dan Laser Altimeter (LASA) yang digunakan untuk mempelajari topografi atau bentuk permukaan sebuah planet. LASA akan beroperasi melalui pengorbit yang berputar di sekitar Bulan di atas Vikram.

Spesifikasi Lander

Vikram mempunyai lima mesin 800N Liquid thruster, sensor untuk mendarat, dan panel surya. Instrumen ini nantinya akan mengaktifkan empat mesinnya di empat sisi.

Setelah itu, Absolute Navigation Phase, KA Band-1, Laser Altimeter, dan Lander Position Detection Camera akan diaktifkan.

Semua ini untuk memastikan bahwa Vikram telah diposisikan di ruang yang tepat di atas permukaan Bulan untuk mendarat dengan sempurna di tanah satelit alami Bumi.

Lander Position Detection Camera akan dihidupkan dan dua mesin akan dinyalakan.

ISRO kemudian akan mengontrol proses pendaratan Vikram dari Bumi dengan menyalakan mesin pusat, agar bisa mendarat dengan mulus. Setelah touchdown, tiga payload yakni Chaste, Rambha dan Ilsa, akan dikerahkan.

Setelah mendarat, Pragyaan akan dilepaskan untuk melakukan riset terkait muatan tanah dari Bulan. (Uli)