Video Viral, Istri Tua Hancurkan Rumah Istri Muda

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Jumat, 6 November 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Video tentang penghancuran rumah dengan alat berat viral di media sosial. Peristiwa itu menjadi tontonan warga.

Dalam video itu terlihat satu unit beko sedang bekerja merobohkan rumah hingga rata rata dengan tanah. Alat berat itu terus diayunkan ke atap rumah.

Tembok rumah juga tak luput dari gempuran lengan besi alat berat itu. Kontan saja, rumah itu hancur. Rata dengan tanah.

Debu mengepul ke segala penjuru. Meski demikian, tak membuat warga yang menyaksikan penghancuran itu beranjak.

Warga tetap mematung, menyaksikan alat berat itu bekerja menghancurkan rumah.

Dilansir dari Dream.co.id (04/11/2020), periatiwa itu terjadi di Dusun II, Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Rumah permanen senilai ratusan juta itu disebut-sebut milik istri ke dua warga Medan. Rumah itu baru enam bulan dihuni oleh wanita berusia 36 tahun beserta anaknya.

” Wanita beranak satu tersebut diduga istri simpanan yang juga merupakan warga Medan,” ujar salah satu warga yang menolak disebut namanya.

Menurut warga, selama tinggal di Desa Mangga Dua, penghuni rumah tersebut sangat tertutup. ” Pemiliknya juga jarang bergaul dengan warga sekitar,” ucap warga itu.

Sebelum rumah dirobohkan posisi rumah dalam keadaan kosong. Perabot rumah juga sudah diambil dari dalam rumah tersebut.

” Sebelumnya ada plang bertuliskan rumah itu mau di jual namun tiba-tiba kami heran ada alat berat dan merubuhkan rumah tersebut,” kata warga.

Lantas, siapa yang menghancurkan rumah itu? Menurut warga, alat berat itu dibawa seorang lelaki yang diduga anak istri pertama dari suami pemilik rumah tersebut.

” Katanya anaknya yang datang,” kata warga itu.

Sementara itu, Kepala Desa Mangga Dua, Budi, mengatakan, pemilik rumah itu merupakan warga Marelan Medan. Namun dia tak tahu persis hubungan penghuni rumah dengan pihak yang menghancurkannya.

” Rumahnya sengaja dirobohkan selama ini tinggal di Mangga Dua namun statusnya masih warga Medan di perkirakan baru enam bulan tinggal di Mangga Dua,” ujar Budi. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: