Uniknya Ayam Pelung Cianjur, Punya Lolongan Mirip Serigala

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 25 November 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sebagai ayam ras lokal asal Cianjur, Jawa Barat, ayam pelung memiliki daya tarik yang unik pada suaranya. Masyarakat setempat bahkan menyamakan kokokan ayam pelung dengan lolongan hewan serigala karena menghasilkan nada yang pajang.

Tak sampai di situ, daya tarik lain dari ayam jantan berbadan besar ini terdapat pada nilai jualnya. Harga seekor ayam pelung berkisar hingga jutaan rupiah.

“Kalau suaranya itu memang mirip-mirip dengan dengan serigala, bahkan ada yang bilang juga menyerupai kambing. Ya macam-macam orang bilangnya” kata Paulus Heru Prasetya, peternak ayam pelung asal Semarang, Jawa Tengah. Dilansir dari Merdeka.com (24/11/2021).

Kokokan Panjang dan Bernada Unik

Paulus mengatakan, ayam pelung menjadi salah satu primadona jenis unggas yang kerap diikutkan ajang kontes binatang seperti halnya kontes ayam bangkok.

Biasanya dewan juri akan menilai keunikannya dari suara kokokan yang bernada dan unik. Menurutnya, ayam ini juga kerap dijadikan alarm alami saat pagi hari, terutama saat berkokok bersamaan karena nyaringnya suara yang dihasilkan.

“Ayam pelung itu keistimewaannya, postur badannya itu besar, kemudian dari kokoknya itu panjang. Jadi kadang-kadang kalau pagi hari mereka berkokok bareng-bareng itu enak didengar gitu” terangnya.

Asal Usul Nama Ayam Pelung

Istilah pelung sendiri berasal dari bahasa Sunda yakni “Mawelung” atau “Melung” yang artinya melengkung.

Jika diamati, ayam tersebut akan menghasilkan bunyi melengkung saat berkokok. Hal itu dikarenakan panjangnya leher yang turut mempengaruhi dalam mengahiri suara/ kokokannya dengan nada melengkung atau sedikit pendek di bagian akhir.

Secara umum, ayam pelum memiliki ciri yakni berbada lebih besar dan berat dibanding ayam jantan lainnya. Kemudian mempunyai cakar yang panjang berwarna hitam, hijau, kuning maupun putih.

Terdapat juga jengger besar yang bulat dan memerah, warna bulu yang terdiri beberapa campuran warna seperti merah, kuning, putih dan hitam yang mengkilat. Serta memiliki kokokan yang panjang dan bernada melengkung.

Perawatan Ayam Pelung

Terkait perawatan, ayam pelung terhitung lebih mudah daripada ayam jenis lainnya. Cukup memperhatikan kebersihan kandang serta pemberian makanan yang cukup.

Untuk menghasilkan keturunan ayam pelung yang unggul dan baik, harus dilakukan secara teliti dan tepat melalui pemilihan induk, pemilihan pejantan juga teknik pemeliharaan dan kesehatan (sanitasi kandang & vaksinasi berkala).

Untuk penyediaan makanan ayam pelung, juga terbilang cukup mudah. Peternak cukup memberikan campuran nasi, jagung, beras merah serta daun pepaya.

Sejarah Ayam Pelung

Berdasarkan catatan sejarah, ayam pelung sudah dibudidayakan oleh seorang petani sekaligus tokoh agama asal Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur bernama H. Djarkasih atau Mama’ Acih sejak 1850 silam.

Mulanya Mama Acih menemukan anakan ayam (trondol) di sekitar pekarangan kebunnya, kemudian berupaya merawatnya hingga besar. Pertumbuhan anak ayam tersebut sangat pesat, hingga menjadi seekor ayam jago yang memiliki tubuh besar dan tinggi dengan suara kokokan cukup panjang yang berirama.

Karena uniknya kokokan yang dihasilkan, Mama Acih memberinya nama ayam pelung dan mencoba dikawinkan dengan ayam betina biasa. Hingga hari ini keberadaannya cukup diburu untuk diikutkan kontes, maupun sekedar dipelihara.

Harga ayam pelung jumbo super yang termahal berkisar Rp9 sampai Rp16 juta. (Uli)