Umumnya Masyarakat Jawa Di Suriname Berprofesi Sebagai Pegawai Negeri

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 1 Mei 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kehidupan masyarakat etnis Jawa di Republik Suriname, sebuah negara di Amerika Selatan, telah berlangsung sejak abad ke-19.

Dubes RI di Paramaribo, Suriname, Julang Pujianto mengungkapkan, masyarakat keturunan Jawa telah membaur dan menjadi bagian penting di berbagai sendi kehidupan masyarakat Suriname.

“Masyarakat keturunan Jawa di Suriname merupakan bagian dari bangsa Suriname,” tutur Julang saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, dilansir dari Tribunnews.com (30/04/2021).

Etnis Jawa-Suriname saat ini telah mengisi berbagai posisi strategis di pemerintahan, ada yang berwirausaha, dan ada juga menekuni bisnis di sektor perikanan dan pertanian.

Namun, lanjut Julang, kebanyakan dari mereka umumnya berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

“Mereka bekerja di berbagai bidang, di pemerintahan ada, wiraswasta ada, usaha ada, perikanan juga ada. Perhutanan ada, tapi umumnya yang banyak adalah sebagai pegawai negeri,” ujar Julang.

Profesi lain yang juga cukup populer digeluti etnis Jawa-Suriname yakni menjadi seorang dokter.

“Ada juga yang dokter, ini cukup populer di sini,” katanya.

Selain itu, sektor yang juga banyak digeluti oleh etnis Jawa-Suriname yakni pertanian.

Julang mengatakan, ada seorang keturunan Jawa di Suriname yang sukses menjadi pebisnis padi.

Pebisnis padi itu menamai perusahaannya ‘Ini Dia Rice’ sebagai wujud kecintaannya kepada Indonesia.

“Ada salah satu pengusaha padi, yaitu Bapak Ode, itu pengusaha padi yang cukup besar, berhasil, dan ekspor padi ke kawasan Karibia dan negara-negara lain,” tutur Julang.

“Perusahaannya namanya Ini Dia Rice, jadi dari nama itu beliau sangat cinta Indonesia seperti masyarakat Suriname keturunan Jawa lainnya,” sambung dia. (Uli)