Umrah Dibuka Untuk Jemaah Indonesia, Legislator Mengingatkan Penerapan Prokes

FOTO: dpr.go.id/indolinear.com
Senin, 25 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Rudi Hartono Bangun mengapresiasi dan menyambut baik rencana Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang membuka kembali pintu umrah bagi jemaah Indonesia. Informasi itu pun telah dipastikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melalui nota diplomatik. Kendati ini menjadi kabar baik, Rudi mengingatkan pemerintah menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat kepada calon jemaah Indonesia.

“Kita tentu bersyukur Pemerintah Arab Saudi kembali membuka kembali ibadah umrah untuk umat muslim Indonesia. Ini jadi kabar yang menggembirakan buat umat Islam Indonesia yang sudah rindu untuk beribadah ke tanah suci. Tapi yang perlu diingat, di masa pandemi Covid-19 saat ini, protokol kesehatan harus dikedepankan,” kata Rudi ketika dihubungi Parlementaria via Whatsapp, dilansir dari Dpr.go.id (24/10/2021).

Rudi juga mengingatkan, animo masyarakat untuk kembali menjalankan umrah akan meningkat usai penutupan umrah beberapa bulan terakhir. Sehingga animo yang tinggi itu harus diimbangi penerapan prokes yang ketat. Politisi Partai NasDem itu meminta Pemerintah Indonesia untuk memprioritaskan calon jemaah yang tertunda keberangkatannya akibat pandemi. Selain itu, ia juga meminta agar peningkatan biaya kebutuhan umrah bisa ditekan semaksimal mungkin.

“Tentu akibat penundaan umrah beberapa bulan terakhir ini kan antrean calon jemaah umrah semakin banyak. Jadi pemerintah harus mengutamakan keberangkatan calon jemaah yang sudah membayar ke penyelenggara perjalanan umrah. Tapi, juga harus ada sosialisasi soal konsekuensi peningkatan biaya, karena kan mesti ada syarat karantina dari Pemerintah Saudi waktu tiba di sana, dan saat jemaah kembali ke Indonesia,” imbuh legislator dapil Sumatera Utara III itu.

Menutup pernyataannya, Rudi juga meminta Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Agama untuk segera memastikan tanggal pasti keberangkatan. Karena hingga kini, meski Arab Saudi sudah menyatakan siap kembali menerima jemaah Indonesia, namun tanggal pasti keberangkatan belum diputuskan. “Termasuk teknis dan ketentuan penyelenggaraan umrah di tengah pandemi yang ditetapkan Arab Saudi,” tutup Rudi.  (Uli)