UMKM Tangsel Siap Berkontribusi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

FOTO: Eksklusif Dinkop & UKM Tangsel for indolinear.com
Kamis, 24 September 2020
loading...

Indolinear.com, Tangsel – Setelah luluh lantaknya sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) menjadi celah bagi pemerintah Indonesia untuk menangani krisis ekonomi nasional. Berbagai tempaan pun dilakukan kepada para UMKM agar mampu bertahan, bahkan jika mungkin berkembang, sehingga bisa menyumbangkan sedikit keuntungannya untuk mengisi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tidak berbeda dengan daerah lain, UMKM di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pun mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Melalui sebuah forum, UMKM Tangsel terus mendapat pendampingan, fasilitas bahkan bantuan materil.

“Pemerintah kota Tangsel terus melakukan upaya pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan agar UMKM tetap survive, bertumbuh dan berkembang melalui pendataan dan mapping UMKM terdampak sehingga penanganan tepat sasaran,” tutur Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tangsel, Deden Deni.

“Melalui Dinas Koperasi dan UMKM, Pemkot Tangsel melakukan pendataan ulang dan melakukan reformasi produk. Seperti menyarankan UKM untuk melakukan produksi APD atau Masker yang saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat,” lanjut Deden.

Deden juga mengatakan, dalam pengembangan UMKM dilakukan juga penjagaan mutu produk melalui Aman Pangan. Standarisasi produk dengan Sertifikasi Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) PIRT sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga, Halal Food dan Pencantuman Komposisi dan Desain Kemasan.

“Ini semua dilakukan dalam upaya mendorong UMKM Tangsel mampu berdaya saing, berkualitas unggul sehingga UMKM menjadi Naik Kelas dan Mandiri,” imbuh Deden.

Dari sisi pendampingan, Pembina UMKM Tangsel, Teddy Meiyadi, yang juga Asda 3 Tangsel menjelaskan bersinergi dengan Dinas Koperasi dan Perdagangan Tangsel.

“Kami terus mendorong UMKM agar dapat bersaing di pasar global, di antaranya dengan melengkapi legalitas usaha, mengikuti workshop pengembangan usaha secara digital, melakukan kolaborasi dengan e-commerce yang sudah besar, serta bekerjasama dengan jasa transportasi online dan pengiriman barang,” jelasnya.

Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintahan pusat juga provinsi, untuk terus memantau perkembangan para pelaku usaha. Bahkan bantuan tambahan modal usaha juga diberikan, meski tidak besar tetapi tentunya ini bisa menjadi motivasi bagi pelaku usaha.

“Saat ini ada ribuan UMKM di Tangsel yang aktif, dan yang paling terdampak adalah UMKM yang bergerak dalam bidang fashion, dan Kriya atau Craft. Untuk UMKM yang bergerak pada Food and Beverage atau makanan dan minuman, umumnya masih dalam taraf aman. Bahkan tidak sedikit UMKM dalam bidang makanan dan minuman mendapatkan omzet berlipat di masa Pandemi ini,” papar Teddy.

Teddy mencontohkan, salah satu UMKM SanRah Food yang bisa meraih keuntungan dua kali lipat selama pandemi. “Owner SanRah Food, termasuk yang rajin mengikuti pelatihan, termasuk pelatihan dalam memasarkan produk secara online. Kita tahu bahwa selama Pandemi ini, masyarakat lebih banyak berbelanja secara online,” jelas Teddy.

Pelatihan di bidang pemasaran pun tak luput dari pembina UMKM Tangsel. Berbagai event pelatihan dalam memasarkan produk secara kontinyu digelar, baik langsung maupun virtual.

“Digital marketing menjadi sangat diperlukan oleh para UMKM. Para pelaku usaha harus paham dan bisa melakukan penjualan produk secara digital, seperti menawarkan produk melalui sosial media, karena terbukti ini termasuk yang efektif. Bahkan kami para pembina UMKM Tangsel selalu menyarankan agar masyarakat mengutamakan membeli produk UMKM Tangsel, termasuk kepada para ASN, karena jika bukan kita siapa lagi yang akan memajukan UMKM Tangsel,” ucap Teddy.

Sementara, Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany saat menyambangi para UMKM belum lama ini mengatakan bahwa pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan teknologi terutama dalam proses marketing barang yang dibuat. Menjadikan teknologi sebagai alat bantu dibandingkan hambatannya.

“Sebagaimana diketahui, banyak usaha yang gulung tikar akibat dari eksisnya ecommerce. Seperti bukalapak, tokopedia dan lainnya,” kata Airin.

Airin juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha untuk memastikan kualitas barang yang dijual. “Saya juga dulu jualan. Tapi saya pastikan barang yang saya jual itu punya kualitas baik. Dicoba dulu, bagus apa tidaknya,” kata Airin.

Dia berpesan, sebagai pelaku UMKM untuk tidak mudah menyerah. Sebab, kunci dari kesuksesan adalah mampu menghadapi situasi sulit.

“Selain itu kami juga berharap, bahwa UMKM bisa menjadi salah satu sumber PAD di Kota Tangsel karena harus terus diberdayakan,” kata dia.

Dengan segala upaya yang telah dilakukan Pemkot, diharapkan UMKM Tangsel di 7 Kecamatan bisa melewati ujian di masa Pandemi, dan menjadi bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional.(Sopy)

“Selain itu kami juga berharap, bahwa UMKM bisa menjadi salah satu sumber PAD di Kota Tangsel karena harus terus diberdayakan,” kata dia.

Dengan segala upaya yang telah dilakukan Pemkot, diharapkan UMKM Tangsel di 7 Kecamatan bisa melewati ujian di masa Pandemi, dan menjadi bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional.(ADV)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: