UMK Kota Bekasi Tahun 2021 Akhirnya Ditetapkan Naik 4,21 Persen

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 21 November 2020
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Rapat penentuan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2021 yang dihadiri oleh para dewan pengupahan kota (depeko) telah digelar pada Selasa (17/11/2020) malam.

Rapat berlangsung cukup alot lantaran perwakilan serikat buruh kekeuh meminta agar UMK 2021 Kota Bekasi dinaikkan sebesar 13,7 persen, atau setara dengan Rp 600.000.

Namun berdasarkan penghitungan formula menggunakan variabel inflasi dan pertumbuhan PDB nasional 2020, ditemukan angka kenaikan hanya berkisar 3,27 persen, atau setara dengan Rp 150.000.

“Jadi itu kita ketemu angka 3,7 persen namun karena dirasa kurang. Karena angka penawaran dari serikat sendiri tinggi awalnya dari 13,7 persen,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Bekasi, Ika Indah Yarti yang dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (20/11/2020).

Kenaikan 13,7 persen dirasa sangat memberatkan para anggota depeko unsur Apindo Kota Bekasi.

Setelah perdebatan yang cukup panjang, disepakati angka kenaikan UMK 2021 ditetapkan naik 4,21 persen.

“Naiknya 4,21 persen adalah tertahan di angka itu, yang tidak turun, yang pada akhirnya dia mengikuti,” ucapnya.

Apabila dikonversikan, kenaikan 4,27 persen setara dengan Rp 193.000 sehingga gaji buruh pada tahun 2021 mendatang direkomendasikan menjadi Rp 4.782.935,64. Diketahui bahwa UMK Kota Bekasi pada 2020 lalu mencapai Rp 4.589.708.

“Kan kemarin Rp 4,5 juta. Jadinya sekitar Rp 4,7 juta,” ungkap Ika.

Selanjutnya, Disnaker Kota Bekasi akan membuat surat yang dilaporkan kepada Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Kemudian, surat tersebut akan menjadi rekomendasi yang diajukan ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: