Uji Coba Real-time Lokasi Tertentu Langsung Ketahuan Banjirnya Monitor 24 Jam

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 8 Mei 2022

Indolinear.com, Tokyo – Satu lagi hasil teknologi maju Jepang yang sederhana tapi keren sekali. Pemerintah bisa tahu langsung real-time lokasi banjir dalam monitor 24 jam sehari.

“Cukup menaruh alat kecil ukuran 4x3cm di sebuah tempat, kalau terendam air alat tersebut kita akan segera tahun ada banjir di sana dan langsung bisa diantisipasi hal selanjutnya seperti menberitahukan segera masyarakat setempat di tengah malam sekali pun sebagai upaya antisipasi bahasa banjir alam,” papar sumber informasi yang dilansir dari Tribunnews.com (07/05/2022).

Pada musim panas ini  Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata melakukan percobaan demonstrasi menggunakan sensor berukuran koin kecil yang dapat menangkap situasi genangan secara real time untuk segera mengkonfirmasi banjir sungai akibat hujan lebat dan untuk digunakan dalam pekerjaan restorasi cepat. Efeknya akan dapat segera diverifikasi nantinya.

Menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, sulit untuk mengidentifikasi daerah yang tergenang pada malam hari saat hujan deras, dan tidak mungkin menutup jalan berbahaya dengan benar.  Itulah masalah yang ada.

“Untuk alasan ini, kami memutuskan untuk memasang sensor yang sedikit lebih besar dari koin 500 yen dengan panjang 4 cm dan lebar 3 cm pada tanggul, gedung, jalan, dan lainnya yang ada di area yang diperkirakan akan tergenang, dan melakukan demonstrasi eksperimen untuk memahami situasi genangan secara real time 24 jam sehari.”

Sensor memiliki struktur sederhana di mana gelombang radio terputus ketika terendam air. Apabila terjadi maka akan memberikan tanda bagi ruang monitoring yang langsung mengetahui banjir sudah mencapai ketinggian sekian cm di sana.

Produk tersebut juga  lebih murah daripada pengukur ketinggian air, dan karena beberapa sensor dapat dipasang, diharapkan akan memungkinkan untuk menangkap keberadaan atau tidak adanya genangan pada malam hari atau di tempat-tempat yang tidak memiliki pengukur ketinggian air.

Eksperimen akan dimulai musim panas ini di lima lokasi: Kota Okazaki, Prefektur Aichi, Kota Kakogawa, Prefektur Hyogo, Kota Minamiawaji, Kota Minami, Prefektur Tokushima, dan Kota Kanzaki, Prefektur Saga.

“Kami akan memverifikasi efeknya, seperti seberapa banyak itu terhubung hingga penutupan jalan.”

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata akan mempertimbangkan apakah pemeliharaan mungkin dilakukan secara nasional berdasarkan hasil eksperimen. (Uli)