UI Kampus Depok Peringati Hari Jadi ke 30

Radardepokcom/indolinear.com
Kamis, 2 November 2017
loading...

Indolinear.com, Depok – Angkatan 87 menjadi angkatan pertama yang menempati kampus di Depok, yang sebelumnya berada di Rawamangun, Jakarta Timur. Masa-masa tersebut dituangkan dalam sebuah buku hasil karya para alumni UI tahun 97 dari berbagai fakultas yang ada di UI.

Mahasiswa angkatan 87 UI atau yang saat ini sudah berstatus sebagai alumni mengadakan temu kangen sekaligus mengenang 30 Tahun UI berada di Kampus Depok. Bertempat di Auditorium Juwono Sudarsono, Lantai 2, Gedung F FISIP UI.

“Sebagai angkatan pertama yang kuliah di Depok, kami sangat merasakan bagaimana berjuang untuk kuliah dengan kondisi sarana dan prasarana yang sedang mencari bentuk dan belum selengkap ini. Hal ini menbuat angkatan kami memiliki keguyuban, empati, dan sense of belonging tinggi terhadap UI,” kata Ketua Panitia 30 tahun alumni angkatan 87 UI, Arissetyanto Nugroho.

Bukan hanya itu, peringatan ini juga ditandai dengan peluncuran buku alumni UI angkatan 87 berjudul Merawat Persatuan dalam Kebhinekaan. Sebab pentingnya merawat persatuan dalam kebhinekaan merupakan salah satu buah pikiran para alumni UI bagi bangsa Indonesia sekaligus menjadi harapan untuk dapat diteruskan oleh mahasiswa UI saat ini.

“Sebagai tanda kecintaan kami pada almamater, kami alumni angkatan 87 telah menyusun buku angkatan. Semoga kado kecil ini bermanfaat bagi kita semua. Selamat untuk 30 tahun alumni UI 87, ayo teruskan kontribusi untuk Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Genderang UI dan Indonesia Jiwaku, selanjutnya pemutaran video, sambutan dari ketua panitia, Arissetyanto Nugroho, ketua ILUNI UI, Arief Budhy Hardon. Selanjutnya sambutan Rektor yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang SDM, Pengembangan dan Kerjasama, Hamid Chalid hingga sambutan Asisten Deputi Tenaga dan Peningkatan Sumber Daya Pemuda pada Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Djunaedi.

Asisten Deputi Tenaga dan Peningkatan Sumber Daya Pemuda pada Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Djunaedi mengatakan Kementerian Pemuda dan Olahraga sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan angkatan 87 UI. Sebab, melalui kegiatan ini bukan hanya bisa saling bersilaturahmi dan mengenang masa-masa perkuliahan yang indah, namun sebagai ajang memberikan motivasi kepada adik-adik setelahnya untuk mengadakan acara positif semacam ini.

“Saya mewakili pak Menpora, mengucapkan terimakasih atas undangannya. Kami sangat mengapresiasi kegiatan positif ini. Kami berharap angkatan selanjutnya pun dapat menggelar acara positif serupa agar tidak lupa dengan kampus ini,” kata Djunaedi.

Acara dilanjutkan dengan video launching buku dam penandatanganan sampul pertama, dilanjutkan dengan diskusi alumni yang membahas mengenai merawat persatuan dan kebhinekaan.

“Sebagai ketua ILUNI UI saya mengucapkan terimakasih kepada angkatan 87. Hal ini menunjukkan bahwa diantara kesibukannya dalam berkarya alumni terpanggil untuk berkontribusi bagi almamaternya. Penyusunan buku ibi diharapkan sebagai langkah awal dalam mengembangkan kegiatan lanjutan yang berguna sebagai bangsa dan negara,” kata ketua ILUNI UI, Arief Budhy Hardono dalam sambutanya.

Sementara, acara diskusi alumni menghadirkan alumni UI angkatan 87 yang telah sukses berkarir di dunianya. Diantaranya, Dr.Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM yang saat ini menjabat sebagai Deputi IV Kemenko Perekonomian, dra. Evi Fitriani, M.A., Ph.D yang menjabat sebagai Kepala Miriam Budiarjo Resources Center FISIP UI, dan Rendra Z. Idris, M.A yang saat ini menjabat Kepala Departemen Stabilitas Sistem Keuangan Otoritas Jasa Keuangan.

Rendra Z. Idris mengatakan dalam membuat suatu rencana atau rancangan kerja perlu adanya koordinasi antara satu pihak dengan pihak lain. Ia mengaku meski pekerjaannya berhubungan dengan koordinasi namun ternyata koordinasi biasanya menjadi masalah utama dalam proses menuju ke arah yang lebih baik.

“Saya kebetulan kerjaannya banyak koordinasi, banyak sekali kegiatan yang lintas institusi. Tapi masalahnya malah dikoordinasi tersebut. Jadi memang koordinasi perlu dan sangat dibutuhkan terlebih jaman sekarang ini,” singkatnya.

Sedangkan dalam diskusi tersebut, Evi Fitriani menjelaskan alumni dan mahasiswa UI harus menjadi orang terdepan untuk mempertahankan Indonesia, sebab kampus yang sempat mengisi hari-hari para alumni tersebut menggunakan nama Indonesia di belakangnya, membuat seluruh mahasiswa dan alumni di dalamnya harus mampu mempertahankan Indonesia.

“Kita harus menjadi orang terdepan untuk mempertahankan Indonesia. Jangan terbawa politik dan hal-hal yang dapat memecah aspirasi bangsa. Sebagai lulusan UI kita kita harus selalu menjaga nama baik almamater sehingga dapat membawa nama Indonesia lebih baik lagi,” singkat Evi. (Gie)