Uang Specimen Pecahan 1.0, Apakah Sah Digunakan Untuk Pembayaran?

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 7 November 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Uang specimen pecahan 1.0 baru-baru ini viral dan ramai dibicarakan lagi oleh masyarakat Indonesia.

Lalu sebenarnya apa itu uang spesimen?

Uang specimen atau yang memiliki nama lain House Note adalah uang contoh yang diterbitkan oleh perusaan percetakan uang.

Uang specimen ini dicetak dengan tujuan untuk mempromosikan kemampuannya dalam mencetak uang menggunakan teknologi security features tertentu.

Dikutip dari Tribunnews.com (06/11/2021), Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) juga berinovasi menciptakan produk dokumen keamanan dengan teknologi terkini dengan menerbitkan ulang housenote seri 3.1 bekerja sama dengan De La Rue dan Sicpa SA.

Sebelumnya Peruri telah sukses menerbitkan Housenote seri 1.0, 2.0, 3.0 pada 2015, 2017, dan 2020.

Uang specimen yang pertama dirilis pada tahun 2015 dengan tema “The Beauty of Indonesia”.

Kemudian, Peruri kembali mencetak uang specimen pada tahun 2017 dengan tema “Indonesian & Japanese Heritage”.

Setelah itu pada tahun 2020, Peruri mencetak uang specimen dengan tema “The Inspiring Tales”.

Dijelaskan oleh Peruri, uang specimen ini tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Hal tersebut karena uang specimen tidak memiliki ciri-ciri uang Rupiah seperti yang tertuang dalam UU Mata Uang Nomor 7 Tahun 2011 sebagai berikut:

  1. Gambar lambang negara “Garuda Pancasila”
  2. Frasa “Negara Kesatuan Republik Indonesia”
  3. Sebutan dalam angka dan huruf sebagai nilai nominalnya
  4. Tanda tangan pihak Pemerintah dan Bank Indonesia
  5. Nomor seri
  6. Teks “Mencari Google Artikel rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia mengeluarkan Rupiah sebagai alat Pembayaran Yang Sah DENGAN Nilai …”.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 06 tahun 2019, Peruri memiliki tugas utama untuk mencetak uang Republik Indonesia sesuai pesanan dari Bank Indonesia.

Alat pembayaran yang sah di Indonesia hingga saat ini masih berupa uang kertas dan uang logam.

Dalam pencetakan uang kertas, Peruri menerapkan Standar Operasional Prosedur yang berpengaman tinggi untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan proses cetak uang, mulai dari proses desain uang, penyediaan kertas, tinta maupun proses cetaknya hingga akhirnya menjadi uang Rupiah siap edar yang memiliki beberapa fitur pengaman.

Sementara untuk uang logam, fitur pengamanannya lebih menonjolkan aspek kerumitan desain dan detail hasil cetak. (Uli)