Tunggal Putri Nomor 1 Dunia Jadi Pegawai Restoran Cepat Saji

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Kamis, 11 Juli 2019

Indolinear.com, Taiwan – Sesuatu yang tak biasa dilakukan oleh pebulu tangkis tunggal putri peringkat satu dunia asal Taiwan, Tai Tzu Ying.

Jika biasanya selalu beraksi di lapangan bulu tangkis dengan raket, Tai Tzu Ying kini mencoba profesi baru sebagai seorang pegawai restoran cepat saji ternama.

Tentunya hal ini dilakukan Tai Tzu Ying karena dia sedang membintangi sebuah video yang berkaitan dengan restoran tersebut.

Dalam video itu, Tai Tzu Ying didandani dengan seragam dan topi layaknya seorang pegawai restoran, lengkap pula dengan mikrofon yang menempel di telinga. Tai Tzu Ying kemudian diajari cara bagaimana memasukkan minuman dari sebuah mesin ke dalam gelas.

Tak hanya itu, peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut juga diminta untuk menaburi garam ke kentang goreng, lalu memasukannya ke dalam boks.

“Saya merasa memasukkan kentang goreng ke dalam boks kecil ini lebih sulit daripada main bulu tangkis,” ujar Tai Tzu Ying berseloroh, dilansir dari Kompas.com (10/07/2019).

Setelah diajari berbagai cara untuk menyajikan makanan, Tai Tzu Ying pun ditugaskan untuk memberikannya kepada konsumen yang memesan lewat drive thru.

Sebagian orang ada yang menyadari bahwa pegawai itu adalah Tai Tzu Ying, tetapi ada pula yang tak mengenalnya. Menariknya, salah satu konsumen yang melintas di drive thru adalah ayah dan neneknya.

Seketika itu pula, Tai Tzu Ying pun langsung tertawa.  Dalam cabang olahraga bulu tangkis, nama Tai Tzu Ying tak perlu diragukan lagi. Berbagai gelar juara bergengsi telah berhasil ia raih.

Perempuan berusia 25 tahun itu di antaranya tercatat meraih medali emas Asian Games 2018, juara All England 2018, dan Indonesia Open 2018. Tai Tzu Ying menjadi pemain tunggal putri pertama yang bisa meraih gelar juara secara beruntun di All England (2017-2018).

Atlet putri terakhir yang melakukannya adalah Xie Xingfang. Istri Lin Dan itu meraih gelar pada 2005 sampai 2007. Pada 2017 di final All England, dia mengalahkan wakil Thailand, Ratchanon Intanon.

Adapun pada 2018,  Tai Tzu Ying berhasil mengalahkan tunggal putri Jepang, Akane Yamaguchi di partai puncak.

“Saya senang bermain di sini dan kembali meraih gelar juara,” kata Tai Tzu Ying seusai menjuarai All England pada 2018 lalu.

“Saya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan suporter karena ke mana pun saya bergerak, mereka selalu mendukung. Saya serasa bermain di rumah sendiri,” tutur Tai Tzu Ying.

Namun, pada All England 2019, Tai Tzu Ying harus mengakui keunggulan dari tunggal putri China, Chen Yufei. Karena itu, dia gagal untuk mencetak hattrick menjuarai All England.

Sementara itu, sepanjang tahun 2019 ini, Tai Tzu Ying sudah mengoleksi dua gelar juara, yaitu Malaysia Open dan Singapore Open. (Uli)